PEMAHAMAN FILSAFAT ILMU

0

            Menjadi seorang filsuf tidak lah semudah yang dibayangkan. Kecil kemungkinan anak seusia seperti saya (remaja) dapat menerapkan dirinya menjadi sosok filsuf. Kebanyakan, orang yang berfilsafat adalah orang dewasa yang usianya minimal 40 tahun. Itu dikarenakan, pada usia tersebutlah adanya kata kematangan dalam berbagai aspek kehidupan. Tidak dipungkiri bahwa pada usia tersebut, mereka telah banyak memakan garam kehidupan. Berbicara tentang ilmu pastilah bermacam-macam. Berdasar nalar ilmu dibagi dua. Yakni, ilmu irrasional yang membahas sesuatu yang tidak bisa ditangkap dengan logika ataupun mistik ex:santet. Sedang yang kedua adalah ilmu rasional, yakni sesuatu yang bisa dipikirkan dengan nalar kita ex: bidang kedokteran dapat diteliti dan diamalkan. Atau lebih tepatnya, Ilmu adalah kumpulan pengetahuan rasional yang terstruktur (ada kurikulum) sistematik konsisten (tidak ada kontradiksi), koheren yang didapat dengan metode ilmiah ex: ilmu, agama, seni. Dengan mengkaji pada substansi masing-masing, pohon ilmu (ex: akar batang – cabang – ranting dst), netral (paham ilmu kebenaran hanya satu, mencari ilmu sama halnya dengan mencari kebenaran), kaitan ilmu dengan berbagai kehidupan di masyarakat (ex: moral, sosial, agama, budaya). Ilmu itu sangan ampuh (luar biasa) yang diibaratkan sebuah benda tajam. Kita harus mengetahui untuk apa benda tajam tersebut, apakan untuk aji-ajian atau untuk apa setelah lulus dari kedokteran, atau bagaimana untuk mempelajari,dll. Seorang dokter memiliki prinsip mengobati orang sakit, tentang pembayaran adalah nomer dua. Harus diketahui bahwa tidak semua dokter itu kaya. Kalaupun tujuan utamanya adalah keinginan untuk menjadi kaya, maka jangan pernah memilih jurusan kedokteran. Pilihlah jurusan ekonomi, seperti yang kita ketahui terdapat prinsip ekonomi yang sudah umum dipahami, sedikit saja pengorbanan usaha guna mencapai hasil yang maksimal. Seorang dokter mengenai kekayaan adalah urusan belakang.

            Filsafat ilmu kedokteran berhubungan dengan etika kedokteran. Dokter adalah profesi yang paling dihargai karena dokter adalah profesi yang paling dekat dengan pasien. Dokter bukan mengurusi urusan manusia tapi dokter mengurusi manusianya. Menjadi orang yang berfilsafah kita harus mengetahui ilmu itu digunakan untuk apa saja. Ilmu itu ampuh, jadi penggunaannya haruslah baik. Lantas bagaimana cara mempelajarinya? Caranya ya pasti belajar, bukan malah gak tidur atau pun begadang gak jelas. Dikatakan berhubungan dengan etik karena setiap tindakan dokter itu menyangkut etik. Ketika seorang dokter bertanya mengenai sakit seorang pasien, pastilah etika itu harus ada. Dengan penuh emphaty ikut merasakan apa yang dirasakan oleh pasien. Secara garis besar, filsafat itu ibunya. Sedang etika adalah salah satu anaknya.

Orang berfilsafat itu adalah orang yang berpikir, secara tidak langsung berartikan pasti menggunakan aktifis berpikir. Ex: orang berfilsafat memikirkan bagaimana mendapat ilmu kedokteran? Maka kita harus belajar… Kemudian untuk apa kita mendapat ilmu itu? dll. Filsafat itu sendiri memiliki ciri-ciri. Yakni, mendasar (vertikal sampai akar), menyeluruh (secara keseluruhan) dan abstraksi. Orang filsafat pasti berpikir, sedang orang berpikir belum tentu berfilsafat. Seperti halnya pada kasus seorang siswa yang hendak menghadapi ujian. Di memikirkan ujian, dia berpikir besok pagi harus apa yah besok ujian nih? Oh, ngajak teman belajar bareng, dll. Filosofi atau orang yang berfilsafat adalah orang yang cinta pada kebijaksanaan dan kearifan. Dengan menggunakan pola pikir yang radikal (mendasar), komprehensif (menyeluruh) dan abstraksi (sintesis, sinopsis) (refleksi, tafakur, kontemplasi). Dan menggunakan aktifitas berpikir, yakni belajar ex: ilmu (Ontologi – Epistemologi – Aksiologi), memutuskan ex: Identifikasi – Analisis – Sintesis dan Hasil dengan kearifan.

Filsafat pula bermacam-macam penjabarannya. Mengenai filsafatperkawinan, harus berpikir secara menyeluruh, tidak berpikir dengan cara sepotong-potong. Seperti gak asal-asal kumpul suami istri dan kerja. Bukan seperti itu filsafat yang dimaksud, seharusnya kan bagaiman supaya menjadi keluarga yang sakinnah mawaddah warokhmah. Orang yang tahu akan filsafat perkawinan, maka tidak ada yang namanya kawin cerai. Kalau orang tahu akan filsafat pancasila, maka tidak akan ada korupsi yang melanda. Kalau tidak tahu apa itu filsafat hidup, maka orang tersebut tidak mungkin bisa hidup. Orang tersebut akan seperti robot yang makan, belajar, dll. Sedang orang yang mengetahui, dia akan berpikir untuk apa dia hidup? Bagaimana dia bisa hidup? Bagaiman menjalani hidup ini? Setelah hidup harus giman? Apa yang akan terjadi ketika sudah tiada? dll. Dan orang yang tahu tentang filsafat kedokteran, maka dokter tersebut dapat lebih mantep atau pun pas dihati, dokter tersebut lebih arif dalam perilaku. Dokter itu melakukan promotif, prefentif, kuratif ataupun treatment, rehabilitatif. Orang yang tahu akan filsafat ekonomi, gak bakal jadi komunisme. Ekonomi penjual dan pembeli sama-sama untung, bukan malah kapitalis maupun imperalis. Begitu pula filsafah pemerintahan atau politik. Pemimpin itu adalah memimpin, membina rakyatnya bukan berkuasa dan menurut kehendaknya sendiri.

Kita jarang atau bahkan tidak pernah berpikir bagaimana hidup ini? Untuk apa hidup ini? Kemudian agamalah yang akan menjawab itu semua. Orang berfilsafat itu mikir saya itu dari man, untuk apa saya hidup di dunia, dll. Filsafat itu menyeluruh. Orang yang berfilsafat itu takaruf merenung. Ex: ada beberapa orang dititah untuk menebak bentuk gajah. Orang pertama berkata bahwa gaja itu seperti pipa karena orang pertama meraba belalai gajah. Orang kedua bilang gajah itu keras, karena orang kedua meraba gading gajah. Orang ketiga berkata bahwa gajah itu bulat, dst. Sementara orang yang berfilsafah akan melihatnya secara menyeluruh, dia pasti akan menjawab kalau gajah itu ya seperti itu, dia punya kaki, dll.

Filsafah itu ada filsafah hidup, perkawinan, bahkan ilmu. Apabila ilmu difilsafahi maka akan timbul pertanyaan apa itu ilmu? untuk apa ilmu itu? darimana datangnya ilmu itu? bagaimana saya mendapatkannya? Orang tersebut tidak akan asal praktek anatomi, dll. Pembeda antara ilmuwan (orang yang ahli dibidangnya) dengan filsafah adalah apabila ilmu tertuju pada apa yang dipikirkan ex: hukum maka UU. Lain halny dengan filsafah yang dilihat mendasar, keseluruhan, abstraksi. Semua ilmu dapat diperes atau dirangkum jadi tiga,

  1. Ontologi, substansi bahan ilmu yang dipelajari itu apa ex: hukum maka keadilan, ekonomi maka perdagangan, dll. Mengkaji tentang materi atau ilmu apa yang dikaji? Ex: medis kesehatan yakni mempertahankan kesehatan,  bagaimana wujud hakiki materi atau ilmu tersebut?, yakni anatomi, faal tubuh, biokimia, bagaimana hubungan (kontelasi) antara ilmu yang dikaji dengan ilmu lain ex: health economic, kedokteran foreignsick. Jadi, di dalam ilmu tersebut terdapat interaksi antara bidang keilmuan ex:

Ilmu kedokteran dengan :

  •  ilmu hukum, ekonomi, sosial-politik, psikologi
  •  ilmu biologi, farmasi, fisika, pertanian, teknik  dll.

Ilmu adalah Kumpulan Pengetahuan yang terstruktur secara sistematik, konsisten, rasional dengan menggunakan Metode Ilmiah. Berdasarkan jenisnya ilmu pengetahuan dibagi dua,

  •  Eksakta (Pasti/ Alam)
  •  Non Eksakta (Sosial)

Perkembangan ilmu pengetahuan (pohon ilmu pengetahuan) dapat dipelajari sebagai berikut:

  •  Akar                    : Pre Medik (Fisika, Kimia, Biologi & Humaniora)
  •  Batang                 : Pre Klinik & Para Klinik
  •  Cabang                : Klinik : Non Bedah – Penunjang – Bedah
  •  Ranting               : – Non Bedah (Ilmu Penyakit Dalam, Anak, Saraf & Jiwa)

– Penunjang ( Radiologi, Anatesi)

– Bedah ( Bedah umum, Obst/ Gin, THT, Mata & MF (Spesialis I)

  •  Anak Ranting      : (Spesials II) ( Konsultan) IP Dalam (Kardiolog, Gastroenterolog, Nephrolog dll) Bedah (Bedah Tulang, Bedah anak, Kardiovaskuler, Urologi dll.)
  •  Cucu Ranting ?

Atau secara mudahnya, anatomi ibarat batang pohon, yang menjadi akar adalah filsuf dan etika, rantingnya kedokteran bedah dan anak rantingnya adalah dokter bedah anak. Jadi dapat disimpulkan bahwa ilmu itu berkembang dari pucuk sampai ranting. Ilmu juga dibagi menjadi dua yakni ilmu alam (yakni, terapan ataupun terdapat prakteknya ex: soundsystem dan teori murni akademis ex: suara), dan ilmu hayat.

  1. Epistemologi mempelajari bagaimana cara mendapat ilmu? Pasti dengan belajar, hal-hal apa yang harus diperhatikan supaya didapatkan ilmu yang benar? apa “kebenaran” itu? Kita kenal dengan EBM (Evidence Based Medicine) ex: kunir putih harus diteliti terlebih dahulu yang konon dikata dapat mengobati hypertention sehingga tidak bisa manusia langsung menjadi bahan percobaan, kiat & sarana apa yang membantu untuk mendapatkan ilmu? Setiap perubahan zaman pasti teknologi semakin tinggi, maka terdapat perkembangan budaya berpikir. Berawal dari mistik, ex: jikalau gempa datang merupakan pertanda bahwa dewa sedang marah. Kemudian ontologik-rasional-bidang (disiplin) ilmu pengetahuan, ex: ketika hujan turun maka muncul pertanyaan hujan itu bagaimana? Dan perlu untuk diobservasi. Dan yang akhirnya pada fungsionalisasi-terapan (teknologi). Secara kronologinya proses pencarian ilmu pengetahuan dari mistik lalu kebetulan kemudian menjadi otoritas dan tradisi berlanjut trial & error yang didalamnya termakna akal sehat (common sense), seni terapan dan tanpa konsep (teori) dasar. Kemudian rasionalisme, observasi fenomena alam, analisis dengan argumen (rasional), tanpa eksperimen (hipotesis), metode deduktif, empirisme yang mengandung didalamnya kebenaran (ilmu) didapat dengan pengalaman, analisis (tanpa konsep dasar) dan metode induktif. Berlanjut menjadi hipotesis dan eksperimen, metode deduktif dan induktif yang tanpa konsep (teori) dasar. Perlu untuk diketahui bahwa modal dasar manusia diantaranya, panca Indera, naluri (instinct), akal, imajinasi dan hati nurani (moral). Ada beberapa metode yang digunakan diantaranya, rasionalisme, empirisme, intuisi (ilham), wahyu (Nabi) yang bertujuan menangkap hakikat realitas (kebenaran). Suatu metode ilmiah adalah suatu prosedur yang mencakup tindakan, pikiran, pola kerja, cara kerja teknis dan langkah-langkah untuk memperoleh pengetahuan baru ataumengembangkan pengetahuan yang telah ada secara valid dan relibel. Dan semua tahap itu memiliki kategori atau pun bobot masing-masing untuk dicapai seperti bobot ilmiah penelitian pada skripsi SI aksiologi (KTI), tesis S2 epistemologi dan disertasi s3 ontologi (KTI)
  2. Aksiologi, yakni kenapa suatu ilmu itu digunakan atau untuk apa ilmu itu digunakan? Bagaimana keterkaitan dengan moralitas, HAM dan agama, budaya teknologi serta materialisme dan konsumerisme yang memiliki dampak tertentu, yakni:
  • Positif, manfaat membantu, memperlancar untuk memenuhi kebutuhan hidup (transportasi, informasi, komunikasi, pembangunan, fisik, pertanian, pendidikan dll.)
  • Negatif, malapetaka, kehancuran (perang), dehumanisasi (rekayasa reproduksi)

Reference: www.umy.ac.id (Prof.Dr. dr. Soewito, Sp.THT-KL)

Hormon yang mempengaruhi nafsu makan

0

Hormon yang mempengaruhi nafsu makan diantaranya:

1. Ghrelin
Hormon ini diproduksi di dalam perut dan ‘bekerja sama’ dengan otak untuk memberi sinyal lapar. Olahraga berintensitas tinggi seperti aerobik, kickboxing atau jogging bermanfaat menurunkan tingkat ghrelin
2. Leptin
Hormon ini dilepaskan oleh sel-sel lemak. Leptin berinteraksi dengan otak, memerintahkan tubuh untuk makan lebih sedikit dan membakar lebih banyak kalori. Semakin banyak lemak tubuh yang Anda miliki, semakin besar juga jumlah leptin yang dilepaskan –kondisi ini disebut leptin resistance. Jangan menganggap ini kondisi yang baik, karena jika dilepaskan dalam jumlah berlebihan otak justru menjadi kebal dengan sinyal leptin. Untuk memaksimalkan sensitivitas otak terhadap leptin, tidurlah yang cukup dan perbanyak asupan antioksidan dengan mengonsumsi buah beri (stroberi, blueberry, ceri, anggur) serta sayuran hijau dan merah.
3. Adiponectin
Adiponectin juga salah satu hormon yang dilepaskan dari sel lemak. Tapi tidak seperti leptin, semakin kurus tubuh akan lebih banyak juga adiponectin yang diproduksi sel lemak. Hormon ini meningkatkan kemampuan otot untuk menggunakan karbohidrat sebagai energi, meningkatkan metabolisme tubuh dan menekan nafsu makan.Anda bisa memaksimalkan level adiponectin dengan lebih banyak bergerak sepanjang hari serta mengganti karbohidrat sederhana (nasi putih, mie ayam, bubur ayam) menjadi karbohidrat kompleks (nasi merah, pasta, oatmeal). Disarankan juga mengonsumsi lemak tak jenuh tunggal seperti minyak zaitun dan alpukat.
4. CCK
Kependekan dari Cholecystokinin, hormon ini dilepaskan dari sel ke usus kapanpun Anda makan protein atau lemak. Tapi CCK tidak hanya menetap di usus. Sebaliknya, CCK akan ‘bekerja sama’ dengan sistem syaraf dan perut untuk memperlambat proses pencernaan. Hasilnya, Anda akan merasa kenyang lebih lama. Agar mendapatkan manfaat maksimal dari hormon ini, pastikan Anda mendapatkan protein dan lemak sehat dari setiap makanan yang dikonsumsi.
5. Epinephrine
Epinephrine memicu pembakaran lemak yang nantinya dikeluarkan sebagai energi untuk tubuh. Hormon ini juga bisa menahan hasrat makan. Bagaimana agar Epinephrine bekerja maksimal? Jawabannya adalah olahraga; aktivitas fisik mendorong pelepasan Epinephrine dalam tubuh.
6. Peptida YY
tingkat meningkat, menunjukkan hormon yang menekan nafsu makan

Mekanisme Lapar/kenyang

0

Lapar dapat terjadi karena adanya stimulasi dari suatu faktor lapar, yang akan mengirimkan impuls tersebut ke pusat lapar di otak, yakni hipotalamus bagian lateral, tepatnya di nucleus bed pada otak tengah yang berikatan serat pallidohypothalamus. Otak inilah yang akan menimbulkan rasa lapar pada manusia. Setelah tubuh mendapat cukup nutrisi yang ditentukan oleh berbagai faktor, maka akan mengirim impuls ke pusat kenyang yakni di nucleus ventromedial di hipotalamus. Kemudian tubuh akan merasa puas akan makan, sehingga kita akan berhenti makan.
Beberapa faktor yang mempengaruhi rasa lapar pada manusia adalah:
1. Hipotesis Lipostatik
Leptin yang terdapat di jaringan adiposa akan menghitung atau mengukur persentase lemak dalam sel lemak di tubuh, apabila jumlah lemak tersebut rendah, maka akan membuat hipotalamus menstimulasi kita untuk merasa lapar dan makan.
2. Hipotesis Hormon Peptida pada Organ Pencernaan
Makanan yang ada di dalam saluran gastrointestinal akan merangsang munculnya satu atau lebih peptida, contohnya kolesitokinin. Kolesitokinin berperan dalam menyerap nutrisi makanan. Apabila jumlah kolesitokinin dalam GI rendah, maka hipotalamus akan menstimulasi kita untuk memulai pemasukan makanan ke dalam tubuh.
3. Hipotesis Glukostatik
Rasa lapar pun dapat ditimbulkan karena kurangnya glukosa dalam darah. Makanan yang kita makan akan diserap tubuh dan sari-sarinya (salah satunya glukosa)akan dibawa oleh darah dan diedarkan ke seluruh tubuh, jika dalam darah kekurangan glukosa,maka tubuh kita akan memerintahkan otak untuk memunculkan rasa lapar dan biasanya ditandai dengan pengeluaran asam lambung.
4. Hipotesis Termostatik
Apabila suhu dingin atau suhu tubuh kita di bawah set point, maka hipotalamus akan meningkatkan nafsu makan kita. Teori produksi panas yang dikemukakan oleh Brobeck menyatakan bahwa manusia lapar saat suhu badannya turun, dan ketika naik lagi, rasa lapar berkurang. Inilah salah satu yang bisa menerangkan mengapa kita cenderung lebih banyak makan di waktu musim hujan/dingin.
5. Neurotransmitter
Neurotransmitter ada banyak macam, dan mereka berpengaruh terhadap nafsu makan. Misalnya saja, adanya norepinephrine dan neuropeptida Y akan membuat kita mengkonsumsi karbohidrat. Apabila adanya dopamine dan serotonine, maka kita tidak mengkonsumsi karbohidrat.
6. Kontraksi di Duodenum dan Lambung
Kontraksi yaitu kontraksi yang terjadi bila lambung telah kosong selama beberapa jam atau lebih. Kontraksi ini merupakan kontraksi peristaltik yang ritmis di dalam korpus lambung. Ketika kontraksi sangat kuat, kontraksi ini bersatu menimbulkan kontraksi tetanik yang kontinius selama 2-3 menit. Kontraksi juga dapat sangat ditingkatkan oleh kadar gula darah yang rendah. Bila kontraksi lapar terjadi tubuh akan mengalami sensasi nyeri di bagian bawah lambung yang disebut hunger pangs (rasa nyeri mendadak waktu lapar. Hunger pans biasanya tidak terjadi sampai 12 hingga 24 jam sesudah makan yang terakhir. Pada kelaparan, hunger pangs mencapai intesitas terbesar dalam waktu 3-4 hari dan kemudian melemah secara bertahap pada hari-hari berikutnya.
7. Psikososial
Rasa lapar tidak dapat sepenuhnya hanya dijelaskan melalui komponen biologis. Sebagai manusia, kita tidak dapat mengesampingkan bagian prikologis kita, komponen belajar dan kognitif (pengetahuan) dari lapar. Tak seperti makhluk lainnya, manusia menggunakan jam dalam rutinitas kesehariannya, termasuk saat tidur dan makan. Penanda waktu ini juga memicu rasa lapar.
Bau, rasa, dan tekstur makanan juga memicu rasa lapar. Warna makanan juga memperngaruhi rasa lapar. Stres juga dapat berpengaruh terhadap nafsu makan, tetapi ini bergantung pada masing-masing individu.
Kebiasaan juga mempengaruhi rasa lapar. Seperti orang normal yang biasa makan 3 kali sehari bila kehilangan 1 waktu makan, akan merasa lapar pada waktunya makan walaupun sudah cukup cadangan zat gizi dalam jaringan-jaringannya.
Saat berenang, tubuh akan menggunakan energy sebesar 500 kalori per jamnya. Semakin lama berenang makan jumlah energy yang terpakai pun semakin besar. Hal ini akan menurunkan kadar gula didalam tubuh. Penurunan kadar gula dalam darah akan menimbulkan rasa lapar, yang menimbulkan suatu perilaku yang disebut teori glukostatik pengaturan rasa lapar dan perilaku makan, teori lipostatik dan teori aminostatik.
Penurunan kadar glukosa darah akan menurunkan kecepatan bangkitan neuron glukoreseptor di pusat kenyang di nucleus ventromedial dan paraventrikulat hipotalamus.
Penurunan kadar gula juga secara bersamaan meningkatkan bangkitan neuron glukosensitif di pusat lapar hipotalamus lateral.
Akibat penundaan lapar adalah terjadi kontraksi peristaltic yang ritmis di korpus lambung , ketika kontraksi berturut – turut tersebut sangat kuat , kontraksi – kontraksi ini menimbulkan kontraksi tetanik yang continue dan kadang berlangsung selama 2 sampai 3 menit. Kontraksi ini sangat meningkat ketika kadar gula darah lebih rendah dari normal. Kontraksi ini dapat menimbulkan rasa nyeri ringan di bagian bawah lambung , disebut Hunger Pans. Hunger pans tidak terjadi sampai waktu 12 sesudah masuknya makanan terakhir. Selain jika penundaan ini belangsung dalam waktu yang lebih lama maka akan terjadi metabolic lemak dan protein untuk menggantikan kadar gula yang turun.

Alasan Makan Harus Dikunyah

0

Makanan yang telah hancur lembut saat dimasak, tentu saja amat memudahkan kerja pencernaan lambung. Ibarat mesin, jika kerjanya relatif ringan, mesin itu akan lebih awet. Begitu juga lambung. Lambung bekerja keras jika makanan itu berasal dari bahan nabati yang seratnya lebih keras dan padat. Namun, kini sudah banyak makanan yang tidak perlu dikunyah puluhan kali sebelum ditelan. Dengan kata lain, cukup langsung ditelan. Memang, jenis makanan seperti itu meringankan kerja lambung. Akan tetapi, bagaimana halnya dengan kesehatan gigi? Ini yang perlu dipertanyakan. Para arkeolog mencatat bahwa keadaan gigi fosil-fosil nenek moyang manusia pada umumnya baik, padahal… hampir dapat dipastikan bahwa saat ini cara merawat dan memelihara gigi belum selengkap sekarang. Selain sarananya belum memadai, teknologi di bidang kesehatan gigi pun belum semaju sekarang. Lalu, di mana letak rahasianya? Jawaban yang paling bias diterima adalah pada jenis makanannya. Manusia zaman dahulu sebagian besar makanannya berasal dari bahan nabati, termasuk buah-buahan. Untuk itu, mereka biasa mengunyah kuat dan dalam waktu lama. Dugaan bukannya tanpa alasan dan dukungan yang kuat.Para pakar kesehatan di Amerika sejak lama mengumumkan hasil penelitiannya, yakni anak-anak yang biasa mengunyah lebih lama, cenderung memiliki gigi yang lebih bersih dan kuat. Risiko terserang penyakit gigi bagi mereka relatif kecil. Ditambahkan pula bahwa mengunyah dalam waktu yang lama makanan dari nabati, khususnya buah-buahan, akan menunjang kesehatan gigi.Secara umum, orang berpendapat bahwa buah-buahan berguna sebagai pencuci mulut sehabis makan. Selain menambah kandungan karbohidrat dan vitamin pada makanan pokok, juga membersihkan sisa-sisa makanan di celah gigi. Namun, hasil penelitian pakar tersebut menunjukkan lebih dari itu. Setiap melakukan kunyahan, berarti pula merangsang timbulnya air liur. Semakin banyak mengunyah, semakin banyak pula air liur yang keluar. Dalam lima menit mengunyah, air liur yang tertinggal di mulut jumlahnya ratusan kali lebih banyak dibandingkan saat diam (tidak mengunyah).Air liur mengandung beberapa zat, termasuk kalsium yang dapat membentengi email gigi dari kerusakan. Dengan begitu, kesehatan gigi akan lebih terjaga. Bahkan, ada sebagian pakar kesehatan gigi yang berpendapat mengunyah buah-buahan selama lima menit, lebih baik dan efektif daripada menggosok gigi. Tentunya anggapan pakar kesehatan itu bukan bermaksud yang sudah mengunyah buah-buahan tidak perlu menggosok gigi.Keadaan masyarakat sekarang tidak sama dengan masyarakat nenek moyang kita di zaman batu. Oleh karenanya, tidaklah cukup mengunyah buah-buahan saja untuk memperoleh kesehatan gigi yang baik. Ada estetika pergaulan yang sepertinya menuntut semua orang untuk biasa tersenyum cerah dengan gigi sehat. Aromanya yang senantiasa harus segar sepanjang waktu. Kesehatan gigi tidak dapat tercipta dalam sekejap. Itu sebabnya, orang harus membiasakan diri menjaga kesehatan gigi. Sejak dini, anak-anak mesti diajarkan mengunyah makanan, khususnya makan buah-buahan dalam frekuensi kunyahan yang cukup. Selain itu, selalu mengingatkan mereka jika lupa menggosok gigi. Orang tua dahulu pernah berkata, ”Kunyahlah makanan 28 kali.” Pesan ini memang terasa manfaatnya sampai kini.
Horace Fletcher (1849-1919) berkata untuk mendapat manfaat sebesar-besarnya dari makanan yang kita konsumsi, maka makanan ini harus dikunyah minimal 32 kali (sebanyak jumlah gigi yang ada di dalam mulut kita), sebelum ditelan. Dengan mengunyah (chew) sebanyak itu, makanan padat akan lumat menjadi bentuk cairan dan bercampur dengan air liur (saliva) yang bermanfaat untuk pencernaan, kesehatan tubuh dan kesehatan gigi.
Mengunyah makanan terlalu terburu-buru biasanya akan mengalami ganguan pencernaan seperti sembelit dan masalah pencernaan lainnya. Bila Anda mengunyah makanan dengan benar, tubuh akan melepaskan enzim sehingga dapat dikonversi menjadi energi. Ketika makanan tidak dicerna dengan baik, energi yang didapat menjadi kurang dan bahkan bisa mengalami kekurangan gizi. Mengunyah dengan benar membuat risiko terserang penyakit gigi relatif lebih kecil. Ditambah pula jika mengunyah makanan nabati, khususnya buah-buahan akan menunjang kesehatan gigi.
Menurut sumber dari Netwellnes, jumlah kunyahan makanan pada setiap suapan tergantung dari jenis makanan. Makanan yang lembut seperti buah dan sayur, akan lebih mudah dikunyah dibanding ayam atau daging. Pastikan Anda mengunyah makanan secara menyeluruh sampai bagian terkecil. Menurut para ahli di Ohio State University, Anda perlu mengunyah makanan yang lembut sebanyak 5-10 kali dan makanan yang keras dikunyah sebanyak 30 kali.
1. Penelitian di Universitas Rhode Island , Kingston
Andrade menguji kebenaran teori tersebut terhadap 30 wanita yang diminta untuk makan pasta dalam waktu yang berbeda. Hari pertama, ke-30 wanita ini diminta untuk makan secepat mungkin tanpa ada jeda di antara suapan. Lalu pada hari kedua mereka diminta untuk makan dengan sepelan mungkin, dengan jeda di antara suapan. Mereka juga harus mengunyah makanannya 20 sampai 30 kali.Hasilnya, mereka yang makan dengan perlahan dan mengunyah makanannya dengan tekun dapat mengurangi jumlah kalori yang mereka santap hingga sekitar 70 kalori
2. Penelitian oleh Prof.Hiromi di Jepang
Menurut beliau, makanan itu katanya, harus dikunyah minimal 30 kali. Bahkan, untuk makanan yang agak keras harus sampai 70 kali. Bukan saja bisa lebih lembut, yang lebih penting agar di mulut makanan bisa bercampur dengan enzim secara sempurna, dan enzim bisa bekerja secara maksimal.
Inti dari mengunyah makanan Min. 32 Kali
• Membantu melancarkan pencernaan
• Memberikan kesempatan bagi perut untuk menyampaikan sinyal ke otak dengan tepat
• Mengurangi jumlah kalori yang mereka santap hingga sekitar 70 kalori [bikin langsing]
• Mulut makanan bisa bercampur dengan enzim secara sempurna, dan enzim bisa bekerja secara maksimal
• Penyerapan gizi akan lebih baik
• Membuat kadar ghrelin menurun, hormon yang membuat seseorang nafsu makan
Tambahan :
Ada beberapa ajaran Nabi mengenai hidup sehat.
(1) Nabi mengajarkan agar berpuasa untuk mengistirahatkan kerja alat pencernaan. Nabi bersabda, ’’shuumu tashihu’’ (berpuasalah maka kamu akan sehat).
(2) Nabi mengajarkan agar mengunyah makanan minimal 33 kali sebelum ditelan. Sebagaimana sabdanya, ’’Saya mengunyah setiap suap makanan 30-50 kali, sehingga menjadi lembek dan melalui kerongkongan tanpa kesulitan. Bahkan, pada makanan yang sulit dicerna dengan baik, saya kunyah sampai 70-75 kali.’’ Jika tidak dikunyah dengan baik, sebagian makanan itu akan terbuang tanpa terserap dan terjadilah pembusukan yang menghasilkan banyak racun di usus. Itulah yang menghabiskan sejumlah besar enzim. Air liur yang otomatis keluar saat mengunyah dapat bercampur baik dengan asam lambung maupun air empedu. Maka proses pencernakan pun bisa lebih lancar.
(3) Nabi tidak mencela makanan. Sebagaimana terdapat dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim. Dari Abu Hurairah r.a beliau mengatakan, ’’Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali tidak pernah mencela makanan. Jika beliau menyukai satu makanan, maka beliau memakannya. Jika beliau tidak suka, maka beliau meninggalkannya.’’
Tidak mencela makanan berarti seseorang suka dan mensyukuri makanan itu. Suasana hatinya senang ketika mengonsumsinya.
(4) Saat makanan disajikan dalam keadaan panas, janganlah tergesa-gesa untuk menikmatinya. Biarkanlah makanan tersebut menjadi dingin terlebih dahulu. Dari sisi kesehatan, makanan yang panas tidak baik untuk kesehatan tubuh. Dan sebagai muslim, anjuran menyantap makanan yang sudah dingin diberikan oleh Rasulullah SAW, dan kita wajib untuk menaatinya. Hal ini tersirat dalam hadis berikut:
Dari Asma’ binti Abu Bakar radhiyallahu ‘anha, jika beliau membuat roti Tsarid maka beliau tutupi roti tersebut dengan sesuatu sampai panasnya hilang. Kemudian beliau berkata, ’’Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ’’Sesungguhnya hal tersebut lebih besar berkahnya.’’
(5) Tidak berlebih-lebihan. Nabi Muhammad SAW bersabda,’’Hendaklah keturuan Adam tidak memenuhi perutnya. Cukuplah bagi keturunan Adam beberapa makanan yang dapat menegakkan tulang sulbinya. Jika tidak ada halangan, sepertiga (perut) untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk napasnya (HR Turmudzi).

Kelenjar/hormon yang Membantu Untuk Proses Mekaniksme Kimiawi dalam Pencernaan

0

Hormone pengatur pencernaan yaitu hormon yang di hasilkan oleh jaringan endokrin yang terdapat dalam selaput lender saluran pencernaan.hormon yang dimaksud adalah ;
1. Gastrin
Gastirn diproduksi di dinding lambung, dihasilkan oleh sel-sel dalam selaput lendir lambung. Distimulus untuk produksi makanan dalam lambung atau disekresikan oleh sel-sel dalam lambung. Pengaruh hormon ini dalam mengatur pencernaan sebagai perangsang sekresi terus-menerus getah lambung(sekresi getah lambung yang sangat asam oleh bagian fundus lambung), merangsang sekresi kelenjar pencernaan lambung, meningkatkan pergerakan dari dinding lambung, merangsang produksi asam hidroklorat oleh sel parietal lambung, perangsangan yang kuat pada fungsi motorik lambung, meningkatkan aktivitas pompa pilorus sedangkan pada saat yang sama melepaskan pilorus itu sendiri jadi kuat pengaruhnya dalam mempermudah pengosongan lambung, efek konstriktor pada ujung bawah esofagus untuk mencegah refluks isi lambung ke dalam esofagus selama peningkatan aktivitas lambung
2. Enterogastron (sekretin)
Dihasilkan oleh usus halus oleh sel-sel dalam selaput lendir mukosa saluran pencernaan yang dipicu oleh kehadiran asam pada usus 12 jari(terutama sebagai respons terhadap HCl dalam makanan (kimus) yang masuk ke dalam usus halus dari lambung) yang dipengaruhi pH yang asam dari bubur makanan (chime) yang memasuki duodenum sehingga merangsang sel-sel dalam dinding itu untuk membebaskan hormone secretin. Sekretin distimulus untuk produksi bubur makanan (chime) (Bubur makanan (chime) jika mengandung lemak yang tinggi akan menyebabkan duodenum membebaskan enterogastron lain yang menghambat peristalsis dalam lambung, yang dengan demikian akan memperlambat aliran masuk makanan ke dalam usus halus) asam dalam duodenum. Pengaruh hormon ini dalam proses pencernaan yaitu merangsang pankreas untuk mengeluarkan bikarbonat menyekresikan enzim pencernaan termasuk ion bikarbonat(buffer dari tingkat keasaman bubur makanan (chyme) yang memasuki usus halus dari lambung), yang menetralkan bubur makanan (chime) asam dalam duodenum (Hal ini penting karena enzim-enzim yang diperlukan untuk pencernaan di usus halus tidak dapat bekerja dalam lingkungan asam) dan merangsang sekresi kelenjar pancreas atau merangsang hati dan kantung empedu untuk mensekresikan empedu
3. Cholecystokinin (CCK)
Cholecystokinin (CCK) diproduksi di dinding duodenum, oleh sel-sel dalam selaput lendir duodenum (usus 12 jari), menstimulasi pelepasan empedu ke dalam usus 12 jari dan produksi dan sekresi usus, distimulus untuk produksi asam amino atau asam lemak dalam chime, merangsang pancreas mengeluarkan enzim pancreas(Tiga hormon yang dihasilkan oleh pankreas adalah:- Insulin, yang berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah- Glukagon, yang berfungsi menaikkan kadar gula dalam darah- Somatostatin, yang berfungsi menghalangi pelepasan kedua hormon lainnya (insulin dan glukagon)) ke dalam usus halus, merangsang kantung empedu untuk berkontraksi, yang mengeluarkan empedu(Empedu memiliki 2 fungsi penting:- Membantu pencernaan dan penyerapan lemak- Berperan dalam pembuangan limbah tertentu dari tubuh, terutama hemoglobin yang berasal dari penghancuran sel darah merah dan kelebihan kolesterol) ke dalam usus halus(empedu penting untuk pencernaan lemak).
4. Enterogastron lain
Tempat produksi dinding duodenum. Distimulus untuk produksi chime dalam duodenum. Pengaruhnya menghambat peristalsis (memperlambat masuknya makanan dalam usus halus).

Per Organ
1. Mulut
Kelenjar air liur(ludah)
2. Lambung
Kelenjar getah lambung dapat menghasilkan HCl, pepsinogen dan renin
3. Usus Halus
Getah usus halus bersifat basa, dan mengandung enzim :
– sakarase : memecah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
– maltase : memecah maltosa menjadi dua glukosa
– laktase : memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa
– erepsinogen yang belum aktif : diaktifkan oleh enterokinase menjadi erepsin yang memecah pepton menjadi asam amino

Proses Menelan Beserta Musculusnya

0

NEUROFISIOLOGI MENELAN
Proses menelan dapat dibagi menjadi 3 fase yaitu fase oral, fase faringeal dan fase esophageal.

FASE ORAL
Pada fase oral ini akan terjadi proses pembentukan bolus makanan yang dilaksanakan oleh gigi geligi, lidah, palatum mole, otot-otot pipi dan saliva untuk menggiling dan membentuk bolus dengan konsistensi dan ukuran yang siap untuk ditelan. Proses ini berlangsung secara di sadari.

Peranan saraf kranial pada pembentukan bolus fase oral.

1. Organ: Mandibula
Afferen(sensorik): n. V.2 (maksilaris)
Efferen(motorik): N.V : m. Temporalis, m. maseter, m. pterigoid

2. Organ: Bibir
Afferen: n. V.2 (maksilaris)
Efferen: n. VII : m.orbikularis oris, m. zigomatikum, m.levator labius oris, m.depresor labius oris, m. levator anguli oris, m. depressor anguli oris

3. Organ: Mulut dan pipih
Afferen: n.V.2 (maksilaris)
Efferen: n.VII: m. mentalis, m. risorius, m.businator

4. Organ: Lidah
Afferen: n.V.3 (lingualis)
Efferen: n.XII : m. hioglosus, m. mioglosus

Pada fase oral ini perpindahan bolus dari ronggal mulut ke faring segera terjadi, setelah otot-otot bibir dan pipi berkontraksi meletekkan bolus diatas lidah. Otot intrinsik lidah berkontraksi menyebabkan lidah terangkat mulai dari bagian anterior ke posterior. Bagian anterior lidah menekan palatum durum sehingga bolus terdorong ke faring.
Bolus menyentuh bagian arkus faring anterior, uvula dan dinding posterior faring sehingga menimbulkan refleks faring. Arkus faring terangkat ke atas akibat kontraksi m. palato faringeus (n. IX, n.X dan n.XII)

Peranan saraf kranial fase oral

1. Organ: Bibir
Afferen(sensorik): n. V.2 (mandibularis), n.V.3 (lingualis)
Efferen(motorik): n. VII : m.orbikularis oris, m.levator labius oris, m. depressor labius, m.mentalis

2. Organ: Mulut dan pipih
Afferen: n. V.2 (mandibularis)
Efferen: n.VII: m.zigomatikus,levator anguli oris, m.depressor anguli oris, m.risorius. m.businator
3. Organ: Lidah
Afferen: n.V.3 (lingualis)
Efferen: n.IX,X,XI : m.palatoglosus

4. Organ: Uvula
Afferen: n.V.2 (mandibularis)
Efferen: n.IX,X,XI : m.uvulae,m.palatofaring

Jadi pada fase oral ini secara garis besar bekerja saraf karanial n.V2 dan nV.3 sebagai serabut afferen (sensorik) dan n.V, nVII, n.IX, n.X, n.XI, n.XII sebagai serabut efferen (motorik).

FASE FARINGEAL
Fase ini dimulai ketika bolus makanan menyentuh arkus faring anterior (arkus palatoglosus) dan refleks menelan segera timbul. Pada fase faringeal ini terjadi :
1. m. Tensor veli palatini (n.V) dan m. Levator veli palatini (n.IX, n.X dan n.XI) berkontraksi menyebabkan palatum mole terangkat, kemudian uvula tertarik keatas dan ke posterior sehingga menutup daerah nasofaring.
2. m.genioglosus (n.XII, servikal 1), m ariepiglotika (n.IX,nX) m.krikoaritenoid lateralis (n.IX,n.X) berkontraksi menyebabkan aduksi pita suara sehingga laring tertutup.
3. Laring dan tulang hioid terangkat keatas ke arah dasar lidah karena kontraksi m.stilohioid, (n.VII), m. Geniohioid, m.tirohioid (n.XII dan n.servikal I).
4. Kontraksi m.konstriktor faring superior (n.IX, n.X, n.XI), m. Konstriktor faring inermedius (n.IX, n.X, n.XI) dan m.konstriktor faring inferior (n.X, n.XI) menyebabkan faring tertekan kebawah yang diikuti oleh relaksasi m. Kriko faring (n.X)
5. Pergerakan laring ke atas dan ke depan, relaksasi dari introitus esofagus dan dorongan otot-otot faring ke inferior menyebabkan bolus makanan turun ke bawah dan masuk ke dalam servikal esofagus. Proses ini hanya berlangsung sekitar satu detik untuk menelan cairan dan lebih lama bila menelan makanan padat.

Peranan saraf kranial pada fase faringeal

1. Organ: Lidah
Afferen(sensorik): n.V.3
Efferen(motorik): n.V :m.milohyoid, m.digastrikus
n.VII : m.stilohyoid
n.XII,nC1 :m.geniohyoid, m.tirohyoid
n.XII :m.stiloglosus

2. Organ: Palatum
Afferen: n.V.2, n.V.3
Efferen: n.IX, n.X, n.XI :m.levator veli palatini
n.V :m.tensor veli palatini

3. Organ: Hyoid
Afferen: n.Laringeus superior cab internus (n.X)
Efferen: n.V : m.milohyoid, m. Digastrikus
n.VII : m. Stilohioid
n.XII, n.C.1 :m.geniohioid, m.tirohioid

4. Organ: Nasofaring
Afferen: n. X
Efferen: n.XII, n.C.1 :m.geniohioid, m.tirohioid

5. Organ: Faring
Afferen: n. X
Efferen: n.IX, n.X, n.XI : m. Palatofaring, m.konstriktor faring sup dan med
n.X,n.XI : m.konstriktor faring inf.

6. Organ: Laring
Afferen: n.rekuren (n.X)
Efferen: n.IX :m.stilofaring

7. Organ: Esofagus
Afferen: n. X
Efferen: n.X : m.krikofaring

Pada fase faringeal ini saraf yang bekerja saraf karanial n.V.2, n.V.3 dan n.X sebagai serabut afferen dan n.V, n.VII, n.IX, n.X, n.XI dan n.XII sebagai serabut efferen.

Bolus dengan viskositas yang tinggi akan memperlambat fase faringeal, meningkatkan waktu gelombang peristaltik dan memperpanjang waktu pembukaan sfingter esofagus bagian atas. Bertambahnya volume bolus menyebabkan lebih cepatnya waktu pergerakan pangkal lidah, pergerakan palatum mole dan pergerakan laring serta pembukaan sfingter esofagus bagian atas. Waktu Pharyngeal transit juga bertambah sesuai dengan umur.

Kecepatan gelombang peristaltik faring rata-rata 12 cm/detik. Mc.Connel dalam penelitiannya melihat adanya 2 sistem pompa yang bekerja yaitu :
1. Oropharyngeal propulsion pomp (OOP) adalah tekanan yang ditimbulkan tenaga lidah 2/3 depan yang mendorong bolus ke orofaring yang disertai tenaga kontraksi dari m.konstriktor faring.
2. Hypopharyngeal suction pomp (HSP) adalah merupakan tekanan negatif akibat terangkatnya laring ke atas menjauhi dinding posterior faring, sehingga bolus terisap ke arah sfingter esofagus bagian atas. Sfingter esofagus bagian atas dibentuk oleh m.konstriktor faring inferior, m.krikofaring dan serabut otot longitudinal esofagus bagian superior.

FASE ESOFAGEAL
Pada fase esofageal proses menelan berlangsung tanpa disadari. Bolus makanan turun lebih lambat dari fase faringeal yaitu 3-4 cm/ detik.

Fase ini terdiri dari beberapa tahapan :
1. dimulai dengan terjadinya relaksasi m.kriko faring. Gelombang peristaltik primer terjadi akibat kontraksi otot longitudinal dan otot sirkuler dinding esofagus bagian proksimal. Gelombang peristaltik pertama ini akan diikuti oleh gelombang peristaltik kedua yang merupakan respons akibat regangan dinding esofagus.
2. Gerakan peristaltik tengah esofagus dipengaruhi oleh serabut saraf pleksus mienterikus yang terletak diantara otot longitudinal dan otot sirkuler dinding esofagus dan gelombang ini bergerak seterusnya secara teratur menuju ke distal esofagus.

Cairan biasanya turun akibat gaya berat dan makanan padat turun karena gerak peristaltik dan berlangsung selama 8-20 detik. Esophagal transit time bertambah pada lansia akibat dari berkurangnya tonus otot-otot rongga mulut untuk merangsang gelombang peristaltik primer.

PERANAN SISTEM SARAF DALAM PROSES MENELAN
Proses menelan diatur oleh sistem saraf yang dibagi dalam 3 tahap :
1. Tahap afferen/sensoris dimana begitu ada makanan masuk ke dalam orofaring langsung akan berespons dan menyampaikan perintah.
2. Perintah diterima oleh pusat penelanan di Medula oblongata/batang otak (kedua sisi) pada trunkus solitarius di bag. Dorsal (berfungsi utuk mengatur fungsi motorik proses menelan) dan nukleus ambigius yg berfungsi mengatur distribusi impuls motorik ke motor neuron otot yg berhubungan dgn proses menelan.
3. Tahap efferen/motorik yang menjalankan perintah

Akibat yang Terjadi Jika Tersedak Dibiarkan

0

Apabila tersedak dalam kategori ringan maka ditandai dengan batuk-batuk hingga muntah. Apabila tersedak dengan kategori berat maka ditandai dengan batuk-batuk yang semakin lama semakin jarang dan akhirnya tidak dapat batuk sama sekali. Wajah membiru dan kemudian pingsan. Tersedak menyebabkan tersumbatnya saluran pernapasan di sekitar tenggorokan (laring) atau saluran pernapasan (trakea). Aliran udara menuju paru-paru pun terhambat sehingga aliran darah yang menuju otak dan organ tubuh lain terputus. Beberapa menit akan terjadi kekurangan oksigen secara general atau menyeluruh sehingga hanya dalam hitung menit klien akan kehilangan reflek nafas, denyut jantung dan kematian secara permanent dari batang otak, dalam bahasa lain kematian dari individu tersebut.
2 jenis tersedak:
1. Obstruksi total yaitu : Pembuntuan saluran pernafasan secara total sehingga klien tidak dapat bernafas sama sekali, dan harus segera ditolong karena dalam beberapa menit klien akan mengalami kematian yang permanen. Bila terjadi obstruksi total maka akan terjadi atelektasis.
2. Fenomena check valve / Parsial yaitu : Pembuntuan saluran napas secara parsial atau tidak secara total, sehingga klien masih dapat bernapas tetapi kurang adekuat, dan benda asing harus segera dikeluarkan karena akan mempengaruhi pasokan O2 jaringan. Tetapi pengeluaran benda asing tersebut harus dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih, karena ditakutkan akan terjadi sumbatan total bila dilakukan oleh orang yang tidak berpengalaman. Bila terjadi obstruksi parsial maka dapat terjadi emphisema paru.

Upaya yang Dilakukan Jika Tersedak

0

Langkah-langkah mengatasi tersedak diantaranya:
1. Berupa bantuan dasar hidup atau sering disebut sebagai BLS meliputi yaitu pembebasan Airway atau jalan napas. Penanganan yang spesifik pada klien dengan tersedak, apabila klien yang tersedak masih bayi adalah : Aktifkan sistem EMS dengan cara memanggil orang terdekat untuk menghubungi EMS (Ambulace 118)
2. Pastikan penderita sadar / tidak
3. Bila anak tidak sadar tepuk / goyang pundak bayi dengan hati-hati. Lihat pergerakan dada, dengar suara nafas dan rasakan hembusan nafas.
4. Tapi bila anak sadar maka perintahkan anak untuk membatukkan benda yang menyebabkan tersedak.
5. Jika dengan batuk, benda penyebab tersedak tidak juga bisa keluar. Mintalah ia batuk sambil membungkuk atau posisi kepala lebih rendah agar gaya gravitasi membantu ia mengeluarkan benda tersebut.
6. Jika tidak berhasil juga, lakukan tindakan pertolongan dengan manuver Heimlich. Manuver Heimlich adalah tindakan yang dikenal dapat menolong orang yang tersedak
7. Bila korban terbaring, korban dipangku oleh penolong lalu dengan 2 atau 3 jari saja lakukan penekanan pada perut bagian atas dan lakukan penekanan ke arah bawah atas agar benda asing terdorong keluar.
8. Perhatikan kekuatan tekanan sesuai keadaan fisik anak.
Tindakan Heimlich pada bayi atau pada anak dibawah usia lima tahun dilakukan dengan cara segera
1. Menelentangkan penderita dipangkuan penolong.
2. Berikan pukulan ringan namun cepat pada punggung penderita diantara kedua tulang belikat sebanyak 4 kali.
3. Lakukan upaya ini beberapa kali hingga penolong yakin benda asing penyebab tersedak telah keluar yang ditandai dengan membaiknya kesadaran penderita, tak tersumbatnya pernafasan yang mengakibatkan rasa lega pada bernafas , hilangnya bunyi mengi pada waktu bernafas.
Tindakan Heimlich pada anak usia 4 tahun hingga anak usia 14-15 tahun dilakukan dengan cara
1. Bila korban masih bisa berdiri, penolong berada di belakang korban
2. Lingkarkan tangan ke dada pasien sedangkan kepalan tangan berada di perut bagian atas
3. Kemudian hentakan tangan sebanyak empat kali ke arah belakang atas secara tiba-tiba dengan harapan benda asing akan terdorong keluar karena tekanan yang dihasilkan.
4. Berikan istirahat sekitar setengah menit kemudian ulangi tindakan tersebut beberapa kali
5. Berikan istirahat sekitar setengah menit kemudian ulangi tindakan tersebut beberapa kali
6. Bila penderita tetap merasa sesak nafas, atau muka masih membiru hingga penderita merasa lega bernafas. Rujukkan ke rumah sakit untuk tindakan selanjutnya.
7. Pada posisi penderita tengkurap, penolong berlutut diatas penderita dengan kedua lutut disamping tubuh penderita.
8. Miringkan kepala penderita kesamping kiri/kanan.
9. Letakan kedua telapak tangan dibawah tulang belikat.
10. Lakukan penekanan tangan dengan kuat dan cepat kearah dada atas sekitar empat kali.
11. Lakukan berulang kali dengan interval istirahat sekitar setengah menit hingga penderita sadar.
12. Bila penderita muntah, bersihkan mulut penderita.
13. Tapi bila kesemua tindakan darurat tersebut tidak berhasil, maka Segera rujukkan kerumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Bila klien anak – anak maka dilakukan tindakan chest trush :
1. Tanyakan pada klien tersedak atau tidak (pasien biasanya tidak menjawab dengan tangan memegangi leher)
2. Berdiri di belakang anak, lingkarkan lengan di dada penderita.
3. Buat kepalan dengan sisi jempol di sebelah dalam, letakkan di atas garis tengah tulang dada penderita.
4. Genggam kepalan dengan tangan yang lain dan jauhkan dari processus xyphoideus dan pinggir tulang rusuk.
5. Tekan dada ke belakang, ulangi hentakan sampai berhasil atau penderita sampai tidak sadar. Perhatikan kekuatan tekanan sesuai keadaan fisik anak.

Kencing Terus Karena Suhu, Ketinggian, dan Stress

0

Seorang peserta perempuan usia 22 th sedang mengikuti seminar di daerah pegunungan yang dingin. Dia cemas karena harus maju presentasi. Ia ingin sekali ke kamar kecil untuk kencing, padahal sewaktu istirahat tadi ia tidak banyak minum. Agar tidak mengganggu acara, ditahannya keinginan untuk kencing sampai acara seminar selesai
1. Bagaimana proses pembentukan urin?
2. Bagaimana mekanisme berkemih?
3. Terus juga syaraf-syaraf apa saja yang berperan dalam berkemih?
4. Zat-zat apa saja yang terkandung dalam urine ?
5. Hormon apa saja yang berpengaruh dalam berkemih?
6. Organ-organ apa saja yang bekerja ketika seseorang menahan berkemih ?
7. Faktor apa saja yang mempengaruhi pengeluaran urine (volume, bau, warna dan konsentrasi urine)?
8. Berapa banyak urin yang dihasilkan seseorang dalam sehari?
9. Mengapa si urine berwarna kuning?
10. Bagaimana urine dikatakan normal?
11. Mengapa pada saat berada di daerah yang dingin kita malah lebih banyak menghasilkan urine?
12. Apa dampak apabila kita menahan berkemih?
13. Dalam skenario partisipan tidak banyak minum, namum mengapa banyak mengeluarkan urine?
14. Mengapa jumlah urine setiap orang berbeda?
15. Mengapa wanita lebih rentan terkena infeksi saluran kemih?
16. Apa saja ganguan berkemih?

BRAINSTORMING & ANALYZING THE PROBLEM

1. Kalau di tanya bagaimana proses pembentukan urine ada tiga yaitu filtrasi, reabsorbsi,augmentasi.
Ø Filtrasi
Adalah penyaringan darah karena pengaruh tekana darah dan akibat dari pengembangan dan pengerutan arteriola aferen yang meninggalkan dan menuju glomerulus.
Tempat : badan malpighi (glomerulus dan kapsula bowman) , hasil : filtrat glomerulus atau disebut juga urin primer ( glukosa,air,sodium,klorida,sulfat,bikarbonat)
Ø Reabsorbsi
Penyerapan kembali zat-zat dalam urin primer yang masih diperlukan oleh tubuh. Prosesnya terjadi secra pasif ( obligator reabsorbsi) di tubulus contortus proximal ( terhadap asam amino dan glukosa ). Sedangkan pada tubulus kontortus distal terjadi kembali penyerapan H2O, Na,dan HCO3 secara aktif (reasorbsi fluktuatif). Hasil : filtrat tubulus/ urine sekunder.
Ø Augmentasi
Penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal. Komposisi urine yang dikeluarkan lewat ureter adalah 96% air, 1,5% garam, 2,5% urea,dan subtansi tubuh lainnya. Misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin. Sisa metabolisme antara lain , CO2 ,H2O,NH3, zat warna empedu, dan asam urat.
2. Mekanisme berkemih secara umum dimulai dari ginjal, ureter, vesika urinaria,uretra. Namum dalam proses berkemih pria mempunyai sedikit perbedaan, yaitu dimulai dari ginjal, ureter,vesika urinaria, ductus prostatika,duktus membrane, duktus spongiosa, duktus uretra.
Atau lebih lengkapnya lagi sebagai berikut
Glomerolus ke tubulus proximal ke ansa henle ke tubulus distal ke duktus kolektifus ke calyx minor ke calyx mayor ke Pelvis renalis ke ureter ke vesica urinaria ke Uretra.
3. Syaraf-syaraf yang berperan dalam berkemih yaitu di persyarafi oleh saraf otonom dan somatik.
Ø Syaraf otonom
Syaraf parasimpatis dari vesica urinaria adalah nervi erigentes (syaraf pelvis), merupakan syaraf motorik utama ke spinkter internal dan m.destrusor. Syaraf tersebut dari segmen sacral medulla spinalis di pusat vesikal.
Ø Syaraf somatic
Merupakan syaraf profundal. Berasal dari medulla spinalis juga tetapi dengan jalur yang berbeda. Menyarafi uretra dan trigonum vesicae.
4. Zat-zat terkandung dalam urin adalah, kalau normal itu mengandung urea, amoniak, kreatin, kreatinin, asam urat, asam amino, alantoin, klorida, sulfta, phospat, oksalat, mineral, vitamin, hormone dan enzim. Tetapi kalau pada urin abnormal itu biasanya mengandung glukosa, protein, indikan, keton, billirubin, sodium colat, darah dan porfilin.
5. Horman yang berpengaruh dalam berkemih adalah :
– Eritropoetin : merangsang pembentukan eritrosit yang banyak dihasilakan oleh ren
– Renin : mempengaruhi tekanan darah
– Insulin : mengatur kadar glukosa
– ADH : mempengaruhi banyak sedikitnya urin
– Cortisone :
– Adrenalin :
– Aldosteron : retensi Na
– Kortikoid : kontriksi pembuluh darah ginjal sehingg menaikan laju filtrasi glomerolus , misalnya norepinefrin,epinefrin, endotelin
– Renin : mempengaruhi tekanan darah
6. Organ-organ yang berperan saat menahan berkemih :
– Ren /kidney
– Ureter
– Bladder
– Bladder neck
– Prostat ( pada laki-laki)
– Urinary sphincter
– Uretra
Jadi kemungkinan besar apabila kita menahan berkemih itu dapat mempengaruhi organ , system organ , dan mungkin banyak bad effect lainnya contohnya dari artikel yang saya baca yang ceritanya dia sering sekali menahan berkemih dan ternyata setelah beberapa tahun kemudian banyak efek buruk terutama bagi kesehatan saluran ureter dan ginjal, karena urine sebagai limbah busuk tidak langsung dikeluarkan.
Ibarat saluran air yang tidak rutin dibersihkan dari kotoran akan membuat saluran mampat. Bukan hnay itu , kotoran yang tidak keluar juga akan menimbulkan pembusukan. Infeksi saluran kencing (ISK) itulah akibatnya.
Kemudian pada suatu hari dia merasa sakit yang dikiranya hanya efek dari haid , setelah ia mencoba berkonsultasi berkonsultasi ke dokter penyakit dalam . dari hasil pemeriksaan ultrasonografi(USG),dan juga denga pemeriksaan rongent kontras, tampak ada masalah di ginjal kirinya. Ternyata ada oedema, dan tergenangnya air. Saluran ureter yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih mengalami penyempitan dan juga mengalami pembusukan dengan pemeriksaan uretrotoskopi salurannya juga mengalami luka, untungnya tidak ada batu ginjal.
Saat dilakukan pemeriksaan urine , kadar lekositnya tinggi ,tanda terjadi perkembiakan kuman. Menurut dokter , kuman E.colli berkembang baik di genangan air itu. Kadar lekosit yang tinggi juga menjelaskan mengapa tubuhnya seringkali lebih hangat ,diagnosis dokter pun menjadi jelas . Ia menderita infeksi saluran kencing. Mungkin lebih lengkap lagi bisa dibaca lebih lengkap lagi di
Sumber : Gayahidupsehatonline.com
Sumber : http://www.nutrisibali.com/details.php?aid=44

7. Faktor yang mempengaruhi dalam berkemih,
a. Konsentrasi urine : hormon yang mempengaruhi adalah ADH dan akan mengakibatkan urine tersebut pekat ataukah encer
b. Volume urine tergantung asupan input
Aktivitas – berat = 500 ml + keringat = 2000 ml
_ normal = 1500 ml + keringat = 500ml
c. Suhu
Apabila suhu dingin maka pori-pori kelenjar keringat mengecil , kemudian sisa metabolit lebih banyak dikeluarkan lewat urine , sehingga lebih sering berkemih. Sebaliknya apabila suhunya panas maka pori-pori kelenjar keringat dilatasi , metabolit dikeluarkan lebih banyak lewat keringat , sehingga urine yang di hasilakan tidak banyak dan jarang berkemih
d. Tekanan darah
Jika volume darah berkurang , maka akan distabilkan oleh ginjal dengan cara tidak dibentuknya urine. Dan begitu sebaliknya.
8. Urine yang dikeluarkan seseorang dalam waktu sehari, karena sepasang ginjal itu dalam sehari dapat menskresi cairan 18- 23 liter , jadi yang dikeluarkan sebagai sampah yaitu kurang lebih dari 1 (satu) persennya saja , jadi berkisar antara 1,5-2,3 liter perhari.
9. Jadi warna urine yang normal itu adalah kuning cerah , warna ini disebabkan oleh karena zat yang bernama billirubin, zat ini banyak di produksi oleh empedu, penyebab lain adalah karena adanya sumbatan di saluran empedu sehingga bilirubin tidak bisa keluar dan mengakibatkann kadar bilirubin meningkat. Alhasil apabila bilirubin meningkat maka akan mempengaruhi organ lain sehingga tidak bisa bekerja secara maksimal.
10. Bagaimana urine dikatan normal,
Jadi warna urine yang normal adalah kuning muda atau kuning jeremi, jernih. Bila produksi urine sedikit urine itu pekat dan berta jenisnya naik sedangkan warnanya lebih gelap. Dan sebaliknya bila berat jenisnya turun berarti urin lebih encer dan menjadi lebih tidak berwarna. Urine normal agak asam atau pHnya kurang dan 7. Urine yang normal mengandung urea, kreatinin,asam urat, garam, pigmen empedu, dan asam oksalat. Bila urin normal disimpan maka akan bereaksi menjadi bersifat alkalis karena urea diubah menjadi amonia.
11. Mengapa kita pada daerah dingin kok sering berkemih,
Karena pada suhu dingin maka pori-pori kelenjar keringat mengecil , kemudian sisa metabolit lebih banyak dikeluarkan lewat urine , sehingga lebih sering berkemih.
12. Dampak apabila kita sering menahan berkemih ,
ketika dalam perjalanan jauh, terkadang kita malas untuk buang air kecil.nah ini yang bahaya, apabila terjadi gangguan pada saluran kencing.nah kalau sudah kejadian,maka segera periksalah,karena memang berbahaya penyakit ini. Untuk itu, kalo bisa jangan menahan air kencing ya..
Ada banyak orang sulit atau mungkn gak bisa buang air kencing disebabkan antara lain, benign prostatic hyperplasia (BPH atau pembesaran prostat), prostatitis (prostat), cystitis, kanker prosat, urethral stricture (penyemitan saluran kencing), dan bladder disorders (ketidak teraturan air kencing), penyebab orang susah buang air kecil juga sangat bergantug pada jenis kelamin. pada pria, gangguan ini umumnya disebabkan oleh pembesaran prostrat jinak dan sumbatan batu. sedangkan pada wanita, biasanya disebabkan oleh sumbatan batu dn infeksi saluran kencing.
13. Dalam skenario partisipan banyak mengeluarkan urin disebabkan oleh pengaruh suhu yang dingin. Karena cairan tidak bisa keluar dalm bentuk kerinagt, tubuh mngeluarkan cairan dalam bentuk urin. Karena di dalam tubuh cairan merupakan faktor yang dapat terciptanya homeotasis di dala tubuh.
14. Karena faktor aktivitas, suhu, berat badan, pH, jenis kelamin, dan lain-lain.
15. Wanita lebih rentan terkena infeksi saluran kemih karena
Ø Uretra wanita lebih pendek dibandingkan laki-laki sehingga dekat dengan luar.
Ø Vagina wanita letaknya lebih mendatar.
Ø Kebiasaan cebok dari arah belakang ke depan , hal ini memungkinkan E.colli masuk dalam vagina.
16. Gangguan dalam berkemih
Nefritis, albuminoria, glukosaria, ketosis, DM, DI, hidronefrotis, poliurinaria, olguria
Susunan Sistem Perkemihan atau Sistem Urinaria
1. GINJAL
Kedudukan ginjal terletak dibagian belakang dari kavum abdominalis di belakang peritonium pada kedua sisi vertebra lumbalis III, dan melekat langsung pada dinding abdomen. Bentuknya seperti biji buah kacang merah (kara/ercis), jumlahnaya ada 2 buah kiri dan kanan, ginjal kiri lebih besar dari pada ginjal kanan. Pada orang dewasa berat ginjal ± 200 gram. Dan pada umumnya ginjal laki – laki lebih panjang dari pada ginjal wanita. Satuan struktural dan fungsional ginjal yang terkecil di sebut nefron. Tiap – tiap nefron terdiri atas komponen vaskuler dan tubuler. Komponen vaskuler terdiri atas pembuluh – pembuluh darah yaitu glomerolus dan kapiler peritubuler yang mengitari tubuli. Dalam komponen tubuler terdapat kapsul Bowman, serta tubulus – tubulus, yaitu tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, tubulus pengumpul dan lengkung Henle yang terdapat pada medula.
Kapsula Bowman terdiri atas lapisan parietal (luar) berbentuk gepeng dan lapis viseral (langsung membungkus kapiler golmerlus) yang bentuknya besar dengan banyak juluran mirip jari disebut podosit (sel berkaki) atau pedikel yang memeluk kapiler secara teratur sehingga celah – celah antara pedikel itu sangat teratur. Kapsula bowman bersama glomerolus disebut korpuskel renal, bagian tubulus yang keluar dari korpuskel renal disabut dengan tubulus kontortus proksimal karena jalannya yang berbelok – belok, kemudian menjadi saluran yang lurus yang semula tebal kemudian menjadi tipis disebut ansa Henle atau loop of Henle, karena membuat lengkungan tajam berbalik kembali ke korpuskel renal asal, kemudian berlanjut sebagai tubulus kontortus distal.
a. Bagian – Bagian Ginjal
Bila sebuh ginjal kita iris memanjang, maka aka tampak bahwa ginjal terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian kulit (korteks), sumsum ginjal (medula), dan bagian rongga ginjal (pelvis renalis).
1. Kulit Ginjal (Korteks)
Pada kulit ginjal terdapat bagian yang bertugas melaksanakan penyaringan darah yang disebut nefron. Pada tempat penyarinagn darah ini banyak mengandung kapiler – kapiler darah yang tersusun bergumpal – gumpal disebut glomerolus. Tiap glomerolus dikelilingi oleh simpai bownman, dan gabungan antara glomerolus dengan simpai bownman disebut badan malphigi
Penyaringan darah terjadi pada badan malphigi, yaitu diantara glomerolus dan simpai bownman. Zat – zat yang terlarut dalam darah akan masuk kedalam simpai bownman. Dari sini maka zat – zat tersebut akan menuju ke pembuluh yang merupakan lanjutan dari simpai bownman yang terdapat di dalam sumsum ginjal.
2. Sumsum Ginjal (Medula)
Sumsum ginjal terdiri beberapa badan berbentuk kerucut yang disebut piramid renal. Dengan dasarnya menghadap korteks dan puncaknya disebut apeks atau papila renis, mengarah ke bagian dalam ginjal. Satu piramid dengan jaringan korteks di dalamnya disebut lobus ginjal. Piramid antara 8 hingga 18 buah tampak bergaris – garis karena terdiri atas berkas saluran paralel (tubuli dan duktus koligentes). Diantara pyramid terdapat jaringan korteks yang disebut dengan kolumna renal. Pada bagian ini berkumpul ribuan pembuluh halus yang merupakan lanjutan dari simpai bownman. Di dalam pembuluh halus ini terangkut urine yang merupakan hasil penyaringan darah dalam badan malphigi, setelah mengalami berbagai proses.
3. Rongga Ginjal (Pelvis Renalis)
Pelvis Renalis adalah ujung ureter yang berpangkal di ginjal, berbentuk corong lebar. Sabelum berbatasan dengan jaringan ginjal, pelvis renalis bercabang dua atau tiga disebut kaliks mayor, yang masing – masing bercabang membentuk beberapa kaliks minor yang langsung menutupi papila renis dari piramid. Kliks minor ini menampung urine yang terus kleuar dari papila. Dari Kaliks minor, urine masuk ke kaliks mayor, ke pelvis renis ke ureter, hingga di tampung dalam kandung kemih (vesikula urinaria).
b. Fungsi Ginjal:
1. Mengekskresikan zat – zat sisa metabolisme yang mengandung nitrogennitrogen, misalnya amonia.
2. Mengekskresikan zat – zat yang jumlahnya berlebihan (misalnya gula dan vitamin) dan berbahaya (misalnya obat – obatan, bakteri dan zat warna).
3. Mengatur keseimbangan air dan garam dengan cara osmoregulasi.
4. Mengatur tekanan darah dalam arteri dengan mengeluarkan kelebihan asam atau basa.
2. URETER
Terdiri dari 2 saluran pipa masing – masing bersambung dari ginjal ke kandung kemih (vesika urinaria) panjangnya ± 25 – 30 cm dengan penampang ± 0,5 cm. Ureter sebagian terletak dalam rongga abdomen dan sebagian terletak dalam rongga pelvis.
Lapisan dinding ureter terdiri dari :
a. Dinding luar jaringan ikat (jaringan fibrosa)
b. Lapisan tengah otot polos
c. Lapisan sebelah dalam lapisan mukosa
Lapisan dinding ureter menimbulkan gerakan – gerakan peristaltik tiap 5 menit sekali yang akan mendorong air kemih masuk ke dalam kandung kemih (vesika urinaria).
Gerakan peristaltik mendorong urin melalui ureter yang dieskresikan oleh ginjal dan disemprotkan dalam bentuk pancaran, melalui osteum uretralis masuk ke dalam kandung kemih.
Ureter berjalan hampir vertikal ke bawah sepanjang fasia muskulus psoas dan dilapisi oleh pedtodinium. Penyempitan ureter terjadi pada tempat ureter terjadi pada tempat ureter meninggalkan pelvis renalis, pembuluh darah, saraf dan pembuluh sekitarnya mempunyai saraf sensorik.
3. VESIKULA URINARIA ( Kandung Kemih )
Kandung kemih dapat mengembang dan mengempis seperti balon karet, terletak di belakang simfisis pubis di dalam ronga panggul.
Bentuk kandung kemih seperti kerucut yang dikelilingi oleh otot yang kuat, berhubungan ligamentum vesika umbikalis medius.
Bagian vesika urinaria terdiri dari :
1. Fundus, yaitu bagian yang mengahadap kearah belakang dan bawah, bagian ini terpisah dari rektum oleh spatium rectosivikale yang terisi oleh jaringan ikat duktus deferent, vesika seminalis dan prostate.
2. Korpus, yaitu bagian antara verteks dan fundus.
3. Verteks, bagian yang maju kearah muka dan berhubungan dengan ligamentum vesika umbilikalis.
Dinding kandung kemih terdiri dari beberapa lapisan yaitu, peritonium (lapisan sebelah luar), tunika muskularis, tunika submukosa, dan lapisan mukosa (lapisan bagian dalam).
Proses Miksi (Rangsangan Berkemih).
Distensi kandung kemih, oleh air kemih akan merangsang stres reseptor yang terdapat pada dinding kandung kemih dengan jumlah ± 250 cc sudah cukup untuk merangsang berkemih (proses miksi). Akibatnya akan terjadi reflek kontraksi dinding kandung kemih, dan pada saat yang sama terjadi relaksasi spinser internus, diikuti oleh relaksasi spinter eksternus, dan akhirnya terjadi pengosongan kandung kemih.
Rangsangan yang menyebabkan kontraksi kandung kemih dan relaksasi spinter interus dihantarkan melalui serabut – serabut para simpatis. Kontraksi sfinger eksternus secara volunter bertujuan untuk mencegah atau menghentikan miksi. kontrol volunter ini hanya dapat terjadi bila saraf – saraf yang menangani kandung kemih uretra medula spinalis dan otak masih utuh.
Bila terjadi kerusakan pada saraf – saraf tersebut maka akan terjadi inkontinensia urin (kencing keluar terus – menerus tanpa disadari) dan retensi urine (kencing tertahan).
Persarafan dan peredaran darah vesika urinaria, diatur oleh torako lumbar dan kranial dari sistem persarafan otonom. Torako lumbar berfungsi untuk relaksasi lapisan otot dan kontraksi spinter interna.
Peritonium melapis kandung kemih sampai kira – kira perbatasan ureter masuk kandung kemih. Peritoneum dapat digerakkan membentuk lapisan dan menjadi lurus apabila kandung kemih terisi penuh. Pembuluh darah Arteri vesikalis superior berpangkal dari umbilikalis bagian distal, vena membentuk anyaman dibawah kandung kemih. Pembuluh limfe berjalan menuju duktus limfatilis sepanjang arteri umbilikalis.
4. URETRA
Uretra merupakan saluran sempit yang berpangkal pada kandung kemih yang berfungsi menyalurkan air kemih keluar.
Pada laki- laki uretra bewrjalan berkelok – kelok melalui tengah – tengah prostat kemudian menembus lapisan fibrosa yang menembus tulang pubis kebagia penis panjangnya ± 20 cm.
Uretra pada laki – laki terdiri dari :
1. Uretra Prostaria
2. Uretra membranosa
3. Uretra kavernosa
Lapisan uretra laki – laki terdiri dari lapisan mukosa (lapisan paling dalam), dan lapisan submukosa.
Uretra pada wanita terletak dibelakang simfisis pubisberjalan miring sedikit kearah atas, panjangnya ± 3 – 4 cm. Lapisan uretra pada wanita terdiri dari Tunika muskularis (sebelah luar), lapisan spongeosa merupakan pleksus dari vena – vena, dan lapisan mukosa (lapisan sebelah dalam).Muara uretra pada wanita terletak di sebelah atas vagina (antara klitoris dan vagina) dan uretra di sini hanya sebagai saluran ekskresi.
Urine (Air Kemih)
1. Sifat – sifat air kemih
– Jumlah eksresi dalam 24 jam ± 1.500 cc tergantung dari masuknya (intake) cairan serta faktor lainnya.
– Warna bening muda dan bila dibiarkan akan menjadi keruh.
– Warna kuning terantung dari kepekatan, diet obat – obatan dan sebagainya.
– Bau khas air kemih bila dibiarkan terlalu lama maka akan berbau amoniak.
– Berat jenis 1.015 – 1.020.
– Reaksi asam bila terlalu lama akan menjadi alkalis, tergantung pada diet (sayur menyebabkan reaksi alkalis dan protein memberi reaksi asam).
2. Komposisi air kemih
– Air kemih terdiri dari kira – kira 95 % air
– Zat – zat sisa nitrogen dari hasil metabolisme protein asam urea, amoniak dan kreatinin
– Elektrolit, natrium, kalsium, NH3, bikarbonat, fosfat dan sulfat
– Pigmen (bilirubin, urobilin)
– Toksin
– Hormon
3. Mekanisme Pembentukan Urine
Dari sekitar 1200ml darah yang melalui glomerolus setiap menit terbentuk 120 – 125ml filtrat (cairan yang telah melewati celah filtrasi). Setiap harinyadapat terbentuk 150 – 180L filtart. Namun dari jumlah ini hanya sekitar 1% (1,5 L) yang akhirnya keluar sebagai kemih, dan sebagian diserap kembali.
4. Tahap – tahap Pembentukan Urine
a. Proses filtrasi
Terjadi di glomerolus, proses ini terjadi karena permukaan aferent lebih besar dari permukaan aferent maka terjadi penyerapan darah, sedangkan sebagian yang tersaring adalah bagian cairan darah kecuali protein, cairan yang tersaring ditampung oleh simpai bowman yang terdiri dari glukosa, air, sodium, klorida, sulfat, bikarbonat dll, diteruskan ke seluruh ginjal
b. Proses reabsorpsi
Terjadi penyerapan kembali sebagian besar dari glukosa, sodium, klorida, fosfat dan beberapa ion karbonat. Prosesnya terjadi secara pasif yang dikenal dengan obligator reabsorpsi terjadi pada tubulus atas. Sedangkan pada tubulus ginjal bagian bawah terjadi kembali penyerapan dan sodium dan ion karbonat, bila diperlukan akan diserap kembali kedalam tubulus bagian bawah, penyerapannya terjadi secara aktif dikienal dengan reabsorpsi fakultatif dan sisanya dialirkan pada pupila renalis.
c. Augmentasi (Pengumpulan)
Proses ini terjadi dari sebagian tubulus kontortus distal sampai tubulus pengumpul. Pada tubulus pengumpul masih terjadi penyerapan ion Na+, Cl-, dan urea sehingga terbentuklah urine sesungguhnya.
Dari tubulus pengumpul, urine yang dibawa ke pelvis renalis lalu di bawa ke ureter. Dari ureter, urine dialirkan menuju vesika urinaria (kandung kemih) yang merupakan tempat penyimpanan urine sementara. Ketika kandung kemih sudah penuh, urine dikeluarkan dari tubuh melalui uretra.
d. Mikturisi
Peristiwa penggabungan urine yang mengalir melui ureter ke dalam kandung kemih., keinginan untuk buang air kecil disebabkan penanbahan tekanan di dalam kandung kemih dimana saebelumnmya telah ada 170 – 23 ml urine.
Miktruisi merupakan gerak reflek yang dapat dikendalikan dan dapat ditahan oleh pusat – pusat persyarafan yang lebih tinggi dari manusia, gerakannya oleh kontraksi otot abdominal yang menekan kandung kemih membantu mengosongkannya.
5. Ciri – ciri Urine Normal
Rata – rata dalam satu hari 1 – 2 liter, tapi berbeda – beda sesuai dengan jumlah cairan yang masuk. Warnanya bening oranye pucat tanpa endapan, baunya tajam, reaksinya sedikit asam terhadap lakmus dengan pH rata – rata 6.
Mekanisme Menahan Kencing
– Ginjal secara teratur menghasilkan air kemih, mengalir melalui ureter ke kandung kemih.
– Bagian terendah dari kandung kemih dilingkari oleh otot (sfingter) yang terus menerus berkontraksi agar uretra tetap tertutup.
– Jika kandung kemih penuh, maka akan disampaikan pesan dari kandung kemih ke medula spinalis, dan diteruskan ke otak. Sehingga seseorang merasa ingin berkemih.
– Secara sadar dia akan memutuskan apakah akan segera membuang kemihnya atau menahannya sebentar.

Step 5-7 LO

1. Organ yang bekerja saat menahan pipis?
Kontraksi otot-otot perineum dan sfingter uretra eksterna relaksasi dapat dilakukan secara volunter, sehingga mencegah urine untuk mengalir melewati uretra atau menghentikan aliran urine saat sedang berkemih. Sfingter eksterna adalah lapisan otot yang terkandung dalam diafragma urogenital yang merupakan otot lurik. Otot sfingter eksterna bekerja dibawah kendali sistem saraf volunter dan dapat digunakan secara sadar untuk menahan miksi bahkan bila kendali involunter berusaha untuk mengosongkan kandung kemih. Serat saraf yang mengontrol otot lurik pada sfingter adalah serat otot lurik yang berjalan melalui nervus pudendalis.
2. Perbedaan mekanisme dan orang kencing yang normal dan kencing ditahan?
Kandung kemih penuhSinyal sensorik yang ditangkap reseptor regang sensorik pada dinding kemih,serat saraf n. pelvikus yang merupakan serat aferen refleks pengosongan vesika, serat parasimpatis ke vsika urinaria yang merupakan saraf eferendihantar ke segmen sakral medula spinalis (pusat intergrasi refleks)kembali ke kandung kemih melalui serat saraf parasimpatis melalui n.pelvikusrefleks kontraksi oleh saraf yakni perantara kontraksi otot vesikaotot perinium dan sfingter uretra eksterna relaksasiotot detrusor berkontraksi sebagai hasil relaksasi otot-otot panggul yang menimbulkan tarikan kebawah yang cukup besar yang merangsangnyaurine mengalir melalui uretra
Pada kencing ditahan, otak menyuruh untuk menahan kencing dari medula spinalisotot spingter eksterna tetap terus-menerus berkontraksi untuk menutup uretra
Sedang pada kencing yang diinginkan, secara volunter mengkontraksi otot-otot abdomentekanan dalam kandung kemih meningkaturine ekstra masuk leher kandung kemih dan uretra posterior dibawah tekananstimulasi reseptor regangan dan menghambat sfingter eksterna secara stimulandindingnya meregang
3. Pengaruh dingin dengan pipis?
Suhu dinginpori-pori keringat mengecilcairan tidak bisa keluar lewat keringatsisa metabolisme lebih banyak dikeluarkan lewat urinhomeostasis krn cairan adalah faktor homeostasis
Sedang dalam dataran tinggi,
Naik permukaanpenurunan tekanan atmosferpenurunan PO2(penurunan tekanan barometer = penurunan tekanan oksigen parsial)kompensasi berupa ventilasi bernafas meningkat sebagai rangsangan kemoreseptor(perolehan tambahan O2, meningkatnya ventilasi alveolus 65% diatas normal)alkalosis respiratorik(krn CO2 bentuk asam lebih banyak dikeluarkan daripada diproduksirespon kompensasi peningkatan ventilasi dan curah hujan berubah tindakan-tindakan kompensasi yang berkembang lebih lambat yang memungkinkan oksigenisasi jaringan adekuat dan pemulihan keseimbangan asam-basa)eritropoietin menyebabkan peningkatan eritrosit(respon penurunan peyaluran O2 pada ginjalpeningkatan kapasitas darah mengikat O2(O2 lebih mudah dibebaskan dari Hb di jaringan)penigkatan jumlah kapiler dalam jaringan(sehingga jarak yang ditempuh O2 lebih pendekaklimatisasi pada selpenggunaan O2 yang lebih efisienPemulihan pH arteri oleh ginjal ketingkat normal dengan menahan asam yang dalam keadaan normal dikeluarkan lewat urin sebagai akibat jantung bekerja keras untuk memompa darah melintasi pembuluh darah(PO2 rendahkompensasi(ventilasi alveolus meningkat)menghilangakn sejumlah CO2Penurunan PCO2Peningkatan pH cairan tubuh/ peningkatan kosentrasi cairanpenurunan osmolaritas & penurunan ADHingin pipis terus
4. Faktor pengeluaran urin?
1. Respons Keinginan Awal untuk Berkemih
Kebiasaan mengabaikan keinginan awal untuk berkemih dapat menyebabkan urine banyak tertahan di dalam urinaria sehingga memengaruhi ukuran vesika urinaria dan jumlah urine
2. Gaya Hidup
Perubahan gaya hidup dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan eliminasi dalam kaitannya terhadap tersedianya fasilitas toilet
3. Stres Psikologis
Meningkatnya stres dapat mengakibatkan meningkatnya frekuensi keinginan berkemih. Hal ini karena meningkatnya sensitivitas untuk keinginan berkemih dan jumlah urine yang diproduksi
4. Tingkat Aktivitas
Eliminasi urine membutuhkan tonus otot vesika urinaria yang baik untuk fungsi sfingter. Hilangnya tonus otot vesika urinaria menyebabkan kemampuan pengontrolan berkemih menurun dan kemampuan tonus otot didapatkan dengan beraktivitas
5. Tingkat Perkembangan
Tingkat pertumbuhan dan perkembangan juga dapat memengaruhi pola berkemih. I-Ial tersebut dapat ditemukan pada anak, yang lebih memiliki mengalami kesulitan untuk mengontrol buang air kecil. Namun dengan usia kemampuan dalam mengontrol buang airkecil
6. Kondisi Penyakit
Kondisi penyakit dapat memengaruhi produksi urine, seperti diabetes melitus
7. Sosiokultural
Budaya dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan eliminasi urine, seperti adanya kultur pada masyarakat tertentu yang meaarang untuk buang air kecil di tempat tertentu
8. Kebiasaan Seseorang
Seseorang yang memiliki kebiasaan berkemih di mengalamikesulitan untuk berkemih dengan melalui urineal/pot urine bila dalam keadaan sakit
9. Tonus Otot
Tonus otot yang memiliki peran penting dalam membantu proses berkemih adalah otioti kandung kemih, otot abdomen dan pelvis. Ketiganya sangat berperan dalam kontraksi pengontirolan pengeluaran urine
10. Pembedahan
Efek pembedahan dapat menyebabkan penurunan pemberian obat anestesi menurunkan filtrasi glomerulus yang dapat jumlah produksi urine
11. Pengobatan
Pemberian tindakan pengobatan dapat berdampak pada terjadinya peningkatan atau penurunan proses perkemihan. Misalnya pemberian diure;tik dapat meningkatkan jumlah urine, se;dangkan pemberian obat antikolinergik dan antihipertensi dapat menyebabkan retensi urine.
12. Pemeriksaan Diagnostik
Pemeriksaan diagnostik ini juga dap’at memengaruhi kebutuhan eliminasi urine, khususnya prosedur-prosedur yang berhubungan dengan tindakan pemeriksaan saluran kemih seperti IVY (intra uenus pyelogram), yang dapat membatasi jumlah asupan sehingga mengurangi produksi urine. Se;lain itu tindakan sistoskopi dapat menimbulkan edema lokal pada uretra yang dapat mengganggu pengeluaran urine.
5. Kenapa tidak banyak minum tapi mengeluarkan urin?
-Cemasstress/psikis
-Lingkungan(suhu, tekanan atmosfer/tinggi rendahnya dataran)
-Penyakit
6. Hormon pengaruh berkemih?
1. Aldosteron (meningkatkan reabsorbsi Na sekresi K)
Kelenjar endokrin: Korteks adrenal zona glomerulosa
Tempat kerja/sel sasaran: Tubulus ginjal (distal/duktus koligentus)
Pengaruh: reabsorbsi NaCl, H2O, sekresi K+
Menigkatkan reabsorbsi Na, sekresi K dengan merangsang pompa Na-K ATPase pada sisi basolateral dari membran tubulus koligentes kotikalis. Meningkatkan permebilitas natrium pada sisi luminal membran. Lebih penting sebagai regulator konsentrasi K daripada konsentrasi Na
2. Angiotensin II (meningkatkan reabsorbsi Na dan H2O)
Tempat kerja: Tubulus proksimal
Pengaruh: reabsorbsi NaCl, H2O, sekresi H+
Hormon penahan natrium yang paling kuat. Peningkatannya membantu mengembalikan tekanan darah dan volume ekstraseluler menjadi normal dengan meningkatkan reabsorbsi Na dan air dari tubulus ginjal melalui 3 efek: merangsang sekresi aldosteron yang kemudia meningkatkan reabsorbsi Na, mengkonstriksikan arteriol eferen yang memiliki 2 efek terhadap dinamika kapiler peritubulus yang meningkatkan reabsorbsi Na dan air. Pertama, mengurangi tekanan hidrostatik kapiler peritubulus yang meningkatkan reabsorbsi netto tubulus terutama tubulus proksimal. Kedua, dengan mengurangi aliran darah ginjal, meningkatkan konsentrasi protein dan tekanan osmotik koloid dalam kapiler peritubulus, ini tingkatkan tekanan reabsorbsi pada kapiler peritubulus dan reabsorbsi tubulus terhadap Na dan air. Yang terakhir secara langsung merangsang reabsorbsi Na, terutama tubulus proksimal. Salah satu efek langsung ini merangsang pompa Na-K ATPase pada membran basolateral sel ephitel tubulus. Efek kedua, merangsang perubahan Na-H dalam membran luminal. Jadi ini merangsang transpor Na melewati permukaan luminal dan basolateral dari membran sel ephitel pada tubulus proksimal dan karena kerjanya beragam maka retensi Na yang nyata dinaikkan oleh ginjal saat kadarnya dinaikkan
3. ADH (meningkatkan ransorbsi H2O)
Tempat kerja: Tubulus distal/duktus koligentes
Pengaruh: reabsorbsi H2O
Meningkatkan permeabilitas air pada tubulus distal, tubulus koligentes dan ephitel duktus koligentes. Hal ini membantu untuk menyimpan air dalam keadaan seperti dehidrasi. Ini memegang peranan penting dalam mengontrol derajat pengenceran dan pemekatan urin
4. Peptida natriuretik atrium (menurunkan reabsorbsi Na dan H2O)
Tempat Kerja: Tubulus distal/duktus koligentus
Pengaruh: reabsorbsi NaCl
Hasil sekresi peptida sel-sel khusus pada atrim jantung yang mengembang karena perluasan volume plasma. Peningkatannya menghambat reabsorbsi Na dan air oleh tubulus ginjal terutama duktus koligentes. Penurunan reabsorbsi Na dan air meningkatkan ekskresi urin yang membantu mengembalikan volume darah kembali normal
5. Hormon paratiroid (meningkatkan reabsorbsi Ca)
Tempat kerja: Tubulus proksimal, segmen tebal asenden ansa henle/tubulus distal
Pengaruh: reabsorbsi PO42-, reabsorbsi Ca2+
Salah satu hormon pengatur kalsium yang paling penting dalam tubuh. Meningkatkan reabsorbsi tubulus terhadap Ca, terutama dalam segmen tebal lengkung asenden ansa henle dan dalam tubulus distal. Menghambat reabsorbsi Mg oleh ansa henle
7. Yang menyebabkan warna urin berbeda?
3 hal penyebab warna urin berbeda, makanan yang dikonsumsi, obat-obatan yang dikonsumsi, dan masalah kesehatan. Berikut beberapa contoh warna urin abnormal
• Warna jernih, walau warna jernih seringkali dianggap normal, namun jika hal ini terus menerus menjadi warna kemih menunjukkan bahwa tubuh terlalu banyak menkomsumsi cairan. Mineral air yang di komsumsi selayaknya di sesuaikan dengan berat badan, contohnya jika berat badan 60kg maka dalam sehari cairan yang di komsumsi hanya 2 liter. Di samping itu, warna tersebut juga mengindikasi kan adanya gangguan hati, seperti hepatitis virus akut atau sirosis. Tapi kondisi tersebut juga di sertai gejala lain, seperti kulit yang menguning, mual, muntah, demam dan rasa kelelahan.
• Warna cokelat atau gelap seperti teh. Kondisi ini tidak bisa di anggap ringan. Apalagi jika di sertai dengan tinja berwarna pucat, karena hal tersebut merupakan adanya gangguan hati. Keadaan lain yang bisa menimbulkan warna tersebut adalah saat dehidrasi (kekurangan cairan) atau mengkonsumsi vitamin tertentu khususnya vitamin B atau obat-obatan lainnya.
• Warna keruh. Jika urine berwarna keruh dan disertai mengalami sakit punggung atau perut bagian bawah kemih dan merasa seperti demam, dapat dicurigai sebagai infeksi pada saluran kemih.
• Warna kuning cerah atau seperti neon. Bertanda bahwa tubuh terlalu banyak mengkomsumsi suplemen. Dan bertanda bahwa tubuh sedang dehidrasi. Solusinya adalah perbanyak minum, namun ingat kondisikan dengan berat badan. Karena mengkomsumsi banyak cairan juga akan berdampak tidak baik bagi tubuh.
• Warna merah muda atau merah. Warna merah pada urin bisa berbahaya bila disebabkan karena darah. Penyebab lainnya adalah mengkonsumsi bahan kimia atau obat-obatan atau maknan tertentu. Berbagai penyakit seperti infeksi saluran kencing dan gangguan ginjal dapat menunjukkan kencing darah. Mengkonsumsi makanan tertentu terutama buah naga yang berwarna merah. Selain dari makanan atau minuman yang di komsumsi, efek warna ini timbul dari obat pencahar yang di komsumsi.
• Warna orange atau jingga. Di pengaruhi oleh obat-obatan yang di komsumsi, pengaruh dari komsumsi makanan seperti jeruk atau yang berwarna merah. Namun juga indikasi tubuh sedang mengalami dehidrasi.
• Warna Hijau. Asparagus dapat menyebabkan warna urin kuning atau gelap warna urin hijau. Asparagus adalah contoh dari penyebab alami dari urin hijau, tapi jangan lupa tentang pewarna seperti pewarna makanan. Pewarna makanan buatan dengan mudah dapat menjadi penyebab air seni hijau. Minum bir hijau juga dapat menjadi hijau urin anda karena pewarna makanan hijau di bir. Tentu saja, intensitas urin hijau tergantung pada berapa banyak bir hijau anda minum. Makanan lain yang perlu dipertimbangkan adalah licorice hitam.
• Warna biru . Urin dapat memiliki warna kebiruan untuk itu dalam kondisi tertentu. Pada keadaan yang paling ekstrim, urin bahkan dapat terlihat seperti pembersih kaca biru. Tetapi di bawah kondisi yang paling, urin mungkin menampilkan kebiruan pucat. Warna urin biru pucat dan kemungkinan besar disebabkan oleh makanan yang Anda makan akhir-akhir ini atau obat yang dikonsumsi. Dengan kata lain, pewarna adalah alasan yang paling mungkin Anda akan melihat biru di toilet, dan harus memiliki konsentrasi yang sangat tinggi pewarna untuk secara signifikan menghitamkan air seni Anda di luar warna yang sangat pucat. Obat dan obat-obatan adalah penyebab khas urin biru, karena banyak dari mengandung pewarna. Biru Metilen adalah pewarna cukup umum digunakan dalam obat, dan juga digunakan sebagai zat warna indikator untuk analisis medis. Pil biru kecil seperti Viagra yang membawa beberapa orang untuk membantu mereka keluar dengan disfungsi ereksi. Beberapa obat, dapat memiliki efek samping sementara mengubah warna urin Anda menjadi biru. Pertama, Anda perlu bertanya pada diri sendiri jika benar-benar urin biru, atau bisa itu warna urin hijau? Obat-obat berikut ini dapat menyebabkan warna urin biru: triamterene sebagai diuretik ringan dan dapat menyebabkan warna urin biru. Rinsapin obat antibiotik kadang-kadang digunakan untuk mengobati infeksi Staphilokokus.
• Urin berbusa Urin berbusa biasanya terjadi karena mengkonsumsi lebih banyak protein. Jika memiliki banyak protein dalam urin, protein bereaksi dengan udara dan air, menciptakan urin berbusa. Kadang-kadang mengalami urin berbusa setelah makan banyak daging ikan, ayam dan lainnya. Daging ini mengandung muco-protein. Jika tubuh dalam keadaan normal protein biasanya dikeluarkan dari tubuh Protein, bereaksi dengan udara, kemudian menghasilkan urin berbusa.
8. Komposisi urin?
Urin primer mengandung: air, protein, glukosa, asam amino, urea dan ion anorganik. Glukosa, ion anorganik dan asam amino masih diperlukan tubuh. Sedangkan urin sekunder adalah air, garam, urea, dan pigmen empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin.
Produk sisa metabolisme yang dikeluarkan oleh ginjal meliputi urea (dari metabolisme asam amino), kreatinin (dari kreatin otot), asam urat (dari asam nukleat), produk akhir pemecahan hemoglobin (seperti bilirubin), dan metabolit dari berbagai hormon. Ginjal juga membuang banyak toksin dan zat asing lainnya yang diproduksi oleh tubuh atau pencernaan, seperti pestisida, obat-obatan, dan makanan tambahan.
Asam amino sangat diperlukan untuk sintesis protein. Sebagian asam amino harus dipasok dari makanan sehari-hari (esensial), sebagian lagi dapat dibentuk dari senyawa melalui proses transaminasi dengan menggunakan nitrogen amino dari asam amino lain yang berlebihan. Nitrogen amino akan mengalami deaminasi dan dikeluarkan sebagai ureum, yang kemudian diangkut oleh darah ke ginjal serta diekskresikan lewat urin.26 Nilai normal ureum dalam plasma adalah 8-25 mg/dl.
Kreatinin merupakan metabolit endogen yang sangat berguna untuk menilai fungsi glomerulus. Zat ini umumnya berasal dari metabolisme otot. Dari kesemuanya diekskresikan melalui ginjal dengan proses filtrasi dari glomerulus bebas dengan sekresi tubulus yang minimal. Dalam keadaan normal (fungsi ginjal, diet, massa otot, dan metabolisme) kreatinin akan diproduksi dalam jumlah yang sama dan diekskresikan melalui urin setiap hari. Pemeriksaan konsentrasi kreatinin dalam darah secara klinis berguna untuk menilai fungsi ginjal. Peningkatan kreatinin dalam darah menunjukkan penurunan fungsi ginjal.27 Nilai normal kreatinin pada wanita adalah 0,5-1 mg/dl, sedangkan pria adalah 0,6-1,3 mg/dl.

Pada keadaan normal, ginjal menyaring sekitar 180 liter cairan setiap harinya pada kapiler glomerulus dan kemudian mengubah filtrat ini menjadi urin. Penurunan jumlah nefron ginjal fungsional dapat menurunkan laju filtrasi glomerulus/ Glomerulo Filtration Rate (GFR) sehingga akan menyebabkan penurunan ekskresi air dan zat terlarut oleh ginjal. Produk buangan metabolisme, seperti ureum dan kreatinin, menumpuk hampir sebanding dengan jumlah nefron yang rusak karena ureum dan kreatinin sangat tergantung pada filtrasi glomerulus untuk ekskresinya dan tidak di reabsorbsi sebanyak elektrolit. Karenanya jika ada kerusakan nefron ginjal dan GFR turun, akan terjadi akumulasi ureum dan kreatinin dalam darah.
9. Manfaat urin dan kenapa?
-Segala macam penyakit termasuk masalah penuaan dini
Nutrisi yang terdapat dalam Urin, di antaranya:
Alanine, total ….. 38 mg/day
Arginine, total ….. 32 mg/day
Ascorbic acid ….. 30 mg/day
Allantoin ….. 12 mg/day
Amino acids, total ….. 2.1 g/day
Bicarbonate ….. 140 mg/day
Biotin ….. 35 mg/day
Calcium ….. 23 mg/day
Creatinine ….. 1.4 mg/day
Cystine ….. 120 mg/day
Dopamine ….. 0.40 mg/day
Epinephrine ….. 0.01 mg/day
Folic acid ….. 4 mg/day
Glucose ….. 100 mg/day
Glutamic acid ….. 308 mg/day
Glycine ….. 455 mg/day
Inositol ….. 14 mg/day
Iodine ….. 0.25 mg/day
Iron ….. 0.5 mg/day
Lysine, total ….. 56 mg/day
Magnesium ….. 100 mg/day
Manganese ….. 0.5 mg/day
Methionine, total ….. 10 mg/day
Nitrogen, total ….. 15 g/day
Ornithine ….. 10 mg/day
Pantothenic acid ….. 3 mg/day
Phenylalanine ….. 21 mg/day
Phosphorus, organic ….. 9 mg/day
Potassium ….. 2.5 mg/day
Proteins, total ….. 5 mg/day
Riboflavin ….. 0.9 mg/day
Tryptophan, total ….. 28 mg/day
Tyrosine, total ….. 50 mg/day
Urea ….. 24.5 mg/day
Vitamin B6 ….. 100 mg/day
Vitamin B12 ….. 0.03 mg/day
Zinc ….. 1.4 mg/day
Cara kerja terapi auto urin.
1. Pertama, penyerapan dan penggunaan kembali nutrien.
2. Kedua, penyerapan kembali hormon. Misalnya, kortikosteroid yang dapat mencegah infeksi, rematik dan asma. Atau, melationin sebagai obat penenang dan anti kanker.
3. Ketiga, penyerapan kembali enzim.
4. Keempat, penyerapan kembali urea. Urin mengandung 25-30 gram urea per hari.
5. Kelima, memberi efek kekebalan.
6. Keenam, memberi efek bakterisida dan virusida.
7. Ketujuh, sebagai terapi garam yang berguna untuk memperlancar metabolisme, menyingkirkan kelebihan gula darah, dan mengeluarkan zat-zat toksik dari cairan dan jaringan tubuh.
8. Kedelapan, memberi efek diuretika, yakni untuk menstimuler ginjal, meningkatkan produksi air seni, membersihkan ginjal serta ‘mencuci’ gula darah dan zat-zat toksik.
9. Kesembilan, sebagai gambar hologram. Biofeedback-nya memberikan gambaran keadaan tubuh. Meminum urin akan mengoreksi dan memulihkan keseimbangan fisiologi tubuh yang terganggu penyakit.
10. Kesepuluh, memberi efek psikologis. Terapi ini dianggap sebagai penyembuhan dari dalam tubuh secara mekanistik dan holistik pada tingkat energi.
Air seni atau urine ternyata mengandung antioksidan yang tinggi. Dengan pengetahuan tentang tingginya kadar antioksidan dalam urine, AUT bisa menjadi alternatif bagi mereka yang kurang mendapatkan cukup asupan antioksidan dari makanan dan minuman. Antioksidan adalah senyawa yang memiliki kemampuan mengatasi atau menetralisasi radikal bebas. Kemampuan itu membuat tubuh terbentengi dari segala gangguan kesehatan, baik yang berasal dari dalam maupun luar tubuh. Pelbagai penyakit, termasuk kanker pun bisa dilibas. Untuk yang sehat, jalan menuju kondisi bugar semakin lapang. Yang tak kalah menggembirakan, antioksidan bisa menghambat proses penuaan. Sekadar mengingatkan, yang termasuk dalam antioksidan adalah beta karoten, vitamin C, dan vitamin F. Ditemukan ratusan senyawa dalam urine. Senyawa-senyawa itu dalam bentuk asam amino (misalnya, lisin dan metionin), karbohidrat rantai pendek (glukosa), vitamin (termasuk vitamin sumber antioksidan seperti asam askorbat – vitamin C) dan mineral (macam zat besi, magnesium, potasium, atau seng). Urine mengandung antioksidan tertinggi di antara beberapa jenis cairan tubuh manusia. Untuk memperoleh tambahan antioksidan, kita bisa melakukannya dengan mengonsumsi sayur antara lain bayam, brokoli, dan wortel, serta pelbagai buah seperti apel, pisang, jambu. Wajar kalau kemudian mereka yang kurang makan buah dan sayur ternyata rendah kadar antioksidannya. Antioksidan juga bisa diperoleh dari ginseng dan gingko biloba. Atau, bisa pula dari suplemen vitamin A, C, E, dan beta karoten. Selain itu, rempah-rempah macam bawang, angkak (Monaseus purpureus/fungus fermented in red rice), dan keluwak (biasa untuk memasak rawon) juga merupakan penyumbang antioksidan yang baik. Namun, di antara semua makhluk hidup kadar antioksidan dalam serum manusia tercatat paling tinggi. Antioksidan punya musuh bebuyutan yang mesti ditumpas. Namanya, radikal bebas. Ia adalah atom-atom atau sekelompok atom yang mengandung elektron tak berpasanganan (sehingga tidak stabil). Karena elektron mempunyai kecenderungan kuat untuk berpasangan, maka radikal bebas bertendensi kuat untuk merampas elektron dan atom lain secara membabi buta. Karena keliarannya itulah ia disebut sebagai radikal bebas (free radical). Atom lain yang salah satu elektronnya dicuri pun menjadi radikal bebas, yang kemudian disebut sebagai radikal bebas sekunder. Proses ini akan berlangsung secara berantai, karena radikal bebas sekunder ini akan merampas pula elektron dari atom lain, sehingga akhirnya proses berantai ini akan mengakibatkan kerusakan biologis. Radikal bebas merusak molekul makro pembentuk sel, yaitu protein, karbohidrat, lemak, dan deoxyribo nucleic acid (DNA). Akibatnya, sel menjadi rusak, mati, atau bermutasi. Peristiwa ini menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai penyakit dan proses penuaan sel. Penyakit yang bisa muncul akibat ulah si radikal bebas itu termasuk penyakit degeneratif pada usia lanjut, seperti kanker, aterosklerosis, hipertensi, diabetes, rheumatoid arthritis, beragam gangguan inflamasi kronis, gangguan Parkinson, demensia, dan penyakit Alzheimer. Sumber radikal bebas bisa berasal dari dalam tubuh kita sendiri (endogen), bisa pula dari luar tubuh (eksogen). Radikal bebas endogen terbentuk sebagai sisa proses metabolisme (proses pembakaran) protein, karbohidrat, dan lemak yang kita konsumsi. Sedangkan radikal bebas eksogen berasal dari polusi udara, asap kendaraan bermotor, asap rokok, pelbagai bahan kimia, makanan yang terlalu hangus (carbonated), dan lain sebagainya. Peran positif dari antioksidan adalah memperkuat sistem pertahanan tubuh dalam menghadapi pembangkit penyakit yang memasuki dan menyerang tubuh.
-Pemeriksaan penunjang
10. Gangguan berkemih?
3 Gangguan berkemih:
1. Kandung kemih atonik akibat detruksi serat saraf sensorik/jenis yang disebabkan oleh terputusnya serat aferen dari vesika
Kerusakan serat saraf sensorik dari kandung kemih ke medula spinalis yang menghambat transmisi sinyal regangan dari kandung kemih. Akan kehilangan kendali meski serat eferen dari medula ke kandung kemih dan hubungan neurogenik dengan otak masih intak, Kalau tidak terjadi pengosongan secara periodik maka akan terisi terus melebihi kapasitasnya dan suatu saat akan mengeluarkan beberapa tetes urin ke uretra disebut inkontinensia overflow. Penyebabnya adalah cedera benturan pada daerah sakral dari medula spinal , penyakit-penyakit tertentu dapat juga merusak serat saraf radiks dorsalis yang masuk ke medula spinalis(ex: sifilis menyebabkan fibrosif konstriktif disekitar serat saraf radiks dorsalis yang merusak serat-serat ini, dinamakan tabes dorsalis, keadaan yang terjadi pada kandung kemih disebut kandung kemih tabetik)
2. Kadung kemih otomatis akibat kerusakan medula spinalis diatas daerah sakral/jenis yang disebabkan oleh terputusnya baik serat aferen maupun eferen
Rusak di atas daerah sakral tetapi segmen medula sakral masih intak. Refleks berkemih dapat terjadi tapi tidak dikendalikan lagi oleh otak. Terjadi syok spinal saat hari-hari perta kerusakan medula spinalis yang menyebabkan kehilangan mendadak impuls rangsang dari batang otak dan serebrum. Beberapa pasien dapat mengendalikan berkemihnya dengan merangsang kulit(menggaruk atau menggelitik) daerah genital yang kadang-kadang dapat mencetus refleks berkemih
3. Kandung kemih neurogenik yang tidak terhambat akibat tidak adanya sinya penghambat dari otak/jenis yang disebabkan oleh terputusnya jaras fasilitasi dan inhibisi yang berasal dari otak
Kerusakan parsial pada medula spinalis atau batang otak yang mengganggu hampir seluruh sinyal penghambat. Menimbulkan keseringan dan relatif tidak terkendalinya berkemih. Implus rangsang yang terus menerus memasuki medula spinalis membuat pusat sakralis begitu mudah terangsang bahkan dengan sedikit urin saja sudah dapat mencetuskan refleks berkemih yang tak terkendali dan menyebabkan sering berkemih.
Pada ketika jenis ini, vesika dapat berkontraksi tapi pada umumnya tidak cukup kuat untuk mengosongkan vesika secara sempurna, dan akan terdapat sisa urine dalam vesika
Inkontinensia Uri(ketidakmampuan mengendalikan urin) berdasar gejala:
1. Inkontinensia desakan-Ketidak mampuan untuk menunda pengeluaran air kemih lebih dari beberapa menit setelah penderita merasa kansung kemihnya penuh-infeksi saluran kemih-kandung kemih yang terlalu aktif-penyumbatan aliran kemih-batu dan tumor kandung empedu-obat (terutama diuretik)
2. Inkontinensia karena stres-Kebocoran air kemih, biasanya berupoa pancaran kecil, yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan didalam perut yang terjadi pada saat penderita batu, tertawa, mengedan, bersin atau mengankat benda berat -kelemahan pada sfingter(otot yang mengendalikan aliran kemih kandung kemih)-pada wanita, berkurangnyatahanan terhadap aliran kemih melalui uretra, biasanya karena kekurangan estrogen-perubahan anatomis yang disebabkan oleh melahirkan banyak anak atau pembedahan panggul-pada pria, pengangkatan prostat atau cedera pada bagian atas uretra atau leher kandung kemih
3. Inkontenensia aliran berlebihan-Penimbunan air kemih dalam kandungan kemih yag terlalu banyak sehingga sfingter tidak mampu menahannya dan terjadi kebocoran yang hilang timbul, seringkali tanpa sensasi kandung kemih-penyumbatan aliran air kemih, biasanya disebabkan oleh pembesaran atau kanker prostat (pada pria) dan karena penyempitan uretra (pada anak-anak)-kelemahan otot kandung kemih-kelainan funsi saraf-obat-obatan
4. Inkontinensia total-kebocoran berkesinambungan karena sfingter tidak menutup-cacat bawaan-cedera pada leher kandung kemih *misalnya karena pembedahan)
5. Inkontinensia psikogenik-Hilangnya pengendalian karena kelainan psikis-gangsuan emosional (misalnya depresi)
6. Inkontinensia campuran-Gabungan dari berbagai keadaan diatas, banyak wanita yang mengalami inkontinensia campuran antara stress dan desakan-gabungan dari berbagai penyebab

The Brain-dead Petient and the Family’s Dilemma

0

PENDAHULUAN
i. Latar Belakang
Dunia kedokteran yang dahulu seakan-akan tidak terjangkau oleh hukum, dengan berkembangnya kesadaran masyarakat akan kebutuhan tentang perlindungan hukum, menjadikan dunia pengobatan bukan saja menimbulkan hubungan keperdataan, hukum sering berkembang yang akhirnya menjadi persoalan hukum pidana. Salah satu masalah yang berkaitan dengan aspek hukum yang selalu aktual dibicarakan dari waktu kewaktu yang sesungguhnya masalah ini dalam dunia kedokteran bisa disebut sebagai masalah klasik, yaitu euthanasia. Masalah ini sudah diingatkan oleh Hippokrates dalam sumpahnya. Namun masalah ini tetap saja tidak dapat diatasi atau diselesaikan dengan baik. Disatu pihak euthanasia pada suatu kasus memang diperlukan, dan dilain pihak tindakan tersebut tidak dapat diterima, bertentangan dengan norma, moral dan norma agama. Seperti halnya pada sebuah kasus pencabutan alat pendung kehidupan atau ventilator pada seorang pasien yang mengalami kematian batang otak. Dalam kasus ini dokter harus jelas dalam pemberian informed consent agar keputusan dapat diambil dengan tepat. Berdasarkan pernyataan IDI tahun 1990 bahwa manusia dinyatakan mati jika batang otaknya tidak berfungsi lagi. Keriteria ini berlandaskan pada alasan bahwa batang otaklah terletak pusat penggerak napas dan jantung. Sehingga apabila batang otak telah mati maka jantung dan paru-paru hanya bisa bergerak dengan bantuan alat-alat penopang. Timbulnya permasalahan hak untuk mati ini disebabkan penderitaam pasien yang tetap berkelanjutan, walau sekalipun ditemukannya teknologi canggih, namun penderitaan tidak dapat dihilangkan sama sekali. Penderitaan yang berkelanjutam ini menyebabkan pasien atau keluarga kadang-kadang tidak mampu untuk menanggung baik moral maupun materil.
Dengan berdasarkan hal diatas, maka kami mengangakat judul “The Brain-dead Petient and the Family’s Dilemma” sebagai judul proposal kami kali ini. Sebuah kasus mengenai euthanasia yang menjadikan munculnya dilema keluarga pasien karena penghentian pengobatan yang sedang berlangsung atau pencabutan alat pendukung berupa ventilator bertentangan dengan norma-norma yang ada. Apalagi penghentian pengobatan ini sama halnya perampasan nyawa pada seorang pasien yaang berdasar KUHP pasal 344 dapat dikenai hukuman penjara maksimal 12 tahun. Sementara tindakan euthanasia dapat dilakukan apabila semua tindakan yang dilakukan oleh dokter dalam rangka penyembuhan adalah sia-sia atau tidak ada harapan untuk hidup tapi malah mengancam ekonomi pasien.
ii. Tujuan
• Mahasiswa dapat mengidentifikasi masalah etik yang termasuk didalamnya keputusan mengakhiri hidup
• Mahasiswa mampu melakukan refleksi pada siapa yang harus membuat keputusan ini dan bagaimana memutuskannya
• Mahasiswa dapat mendiskripsikan dilema informed consent dan alokasi sumber yang langka di konteks pemutusan ventilator
• Mahasiswa mampu membuat keputusan yang tepat
HASIL PEMBAHASAN
i. Step 1 Unfamiliar Term
1. Ventilator
Ventilator adalah suatu alat yang digunakan untuk membantu sebagian atau seluruh proses ventilasi untuk mempertahankan oksigenasi
2. Major injuries
Cedera Berat (Major Injury) adalah cedera yang dialami oleh seseorang yang mengakibatkan:
a. Patah tulang (tidak termasuk jari-jari tangan, ibu jari dan jari-jari kaki);dan/atau
b. Kehilangan tungkai, lengan atau bagian dari lengan; dan/atau
c. Pergeseran (dislocation) bahu (shoulder), pinggul (hip), lutut/dengkul (knee), tulang belakang (spine); dan/atau
d. Kehilangan penglihatan (sementara ataupun permanen); atau
e. Luka penetrasi dimata; atau
f. Hypothermia atau kehilangan kesadaran; atau
g. Membutuhkan alat guna menyadarkan diri korban (resuscitation); dan/atau
h. Perlu perawatan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan sejenis sampai dengan jangka waktu lebih dari 24 jam; atau
3. Brain-dead
Brain-dead / mati otak (mati batang otak) ialah kematian dimana bila telah terjadi kerusakan seluruh isi neuronal intrakranial yang irreversible, termasuk batang otak dan serebelum. Dengan diketahuinya mati otak (mati batang otak) maka dapat dikatakan seseorang secara keseluruhan tidak dapat dinyatakan hidup lagi, sehingga alat bantu dapat dihentikan
4. Euthanasia
Euthanasia adalah dengan sengaja tidak melakukan sesuatu untuk memperpanjang hidup seseorang pasien atau sengaja melakukan sesuatu untuk memperpendek hidup atau mengakhiri hidup seorang pasien, dan ini dilakukan untuk kepentingan pasien sendiri.
ii. Step 2 Problem Definition
1. Bolehkah sekelompok dokter membuat keputusan untuk mencabut ventilator tersebut dalam kasus ini jika alat ini dibutuhkan pasien lain? Jelaskan!
2. Apa saja asas yang terdapat dalam kasus tersebut? Jelaskan!
3. Dasar hukum apa saja yang dapat mendasari dokter melakukan tindakan medis dalam kasus ini? Jelaskan!
4. Resiko apa yang akan ditimbulkan jika dokter tetap mencabut ventilator dan apabila dokter tidak mencabut ventilator tersebut?
5. Bagaimana cara pengambilan keputusan dalam kasus ini?
6. Dalam kasus ini termasuk kedalam jenis euthanasia apa? Jelaskan!
7. Apakah hubungan antara hukum medis, hukum negara, dan hukum agama dalam kasus ini?
8. Apa yang menjadi alasan dokter menawarkan eutanasia pada pasien?
iii. Step 3 Brainstorming
1. Boleh
2. 4 KDM (Autonom, Beneficence, Non-maleficence, Justice)
3. -IDI
-KODEKI
-KUHP
4. Apabila ventilator tetap digunakan
• Pernafasan pasien tetap ter”support”
• Pneumothorax
• Kerusakan paru-paru
• Oksigen toksisitas
• Sinus infection
• Kemungkinan kematian
Apabila ventilator dilepas
• Tidak ada bantuan vital bagipasien
• Akan terjadi kematian secara alami
5. -Proses penetapan tujuan dan menghitung performa,
-Identifikasi dan definisi masalah,
-Penetapan prioritas
-Pemilihan solusi
-Implementasi dan
-Follow up
*(sebelum melakukan tindakan medis wajib informed consent terlebih dahulu)
6. Euthanasia pasif
7. Sama-sama tidak diperbolehkan
8. -Rasa belas kasihan
-Ekonomi pasien
iv. Step 4 Analizing Problem
1. Boleh dilepas jika pasien yang sedang memakai ventilator itu memiliki kesempatan hidup yang lebih kecil dibanding dengan pasien yang sedang membutuhkan ventilator. Tapi tindakan ini juga tidak terlepas dari persetujuan kedua belah pihak. Seorang dokter tersebut memperhatian asas benefience yakni mengusahakan agar kebaikan /manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan keburukannya. Karena tidak sesuai dengan quality of life yang mengandung arti bahwa pasien tersebut sudah tidak memiliki lagi harapan hidup, dikatakan pula medical pointless yakni menghentikan pengobatan yang tidak berguna lagi. Dan euthanasia adalah alternatif terbaik diantara alternatif buruk lainnya. Terdapat euthanasia pasif yakni menghentikan pertolongan yang sedang berlangsung apabila ditinjau dari segi caranya. Berdasarkan jenis euthanasia yakni membiarkan orang mati yang didalamnya memiliki penjabaran apabila dokter telah berusaha secara maksimal tapi tetap tidak membuahkan hasil. Kemudian terdapat juga pengecualian pada KUHP pasal 344 yakni, (1)bagi pasien yang sudah tidak dapat diharapkan lagi akan kehidupannya menurut ukuran medis, yang dinyatakan oleh dokter yang merawatnya, (2)usaha penyembuhan yang dilakukan selama ini sudah tidak berpotensi lagi, (3) pasien dalam keadaan in a persistent vegetative slate, (4) harus ada persetujuan dari pasien atau keluarga, (5) mendapat persetujuan dari pengadilan. Sementara membiarkan pasien lain yang dalam kondisi gawat membutuhkan ventilator tidak diperbolehkan karena akan mengancam nyawanya. Apalagi pasien tersebut memiliki harapan hidup yang lebih besar. Apabila pasien tersebut tidak ditolong maka akibatnya bisa saja dia akan meninggal sementara pasien yang mengalami kematian otak tersebut juga kecil kemungkinan untuk sembuh. Sehingga dokter harus menyelamatkan pasien gawat tersebut dan meminta persetujuan pada keluarga pasien. Bisa saja pihak RS ataupun dokter sendiri yang meminjam alat ventilator tersebut ke pelayanan kesehatan lain. Tapi apabila di tempat tersebut hanya terdapat satu dan waktu tidak memungkinkan untuk diadakannya perbaikan fasilitas ataupun peminjaman fasilitas dikarenakan pasien dalam keadaan emergensi maka dokter harus segera bertindak untuk memberikan ventilator kepada pasien gawat darurat tersebut untuk memperkecil dan mencegah kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada pasien tersebut.
2. Asas dalam skenario
a. Autonomy
• Menghargai hak menentukan nasib sendiri, menghargai martabat pasien.
• Melaksanakan Informed consent.
Analisa: Dokter melakukan informed consent pada keluarga pasien dan meminta persetujuan tindakan medis pada keluarga pasien yang padahal menurut diskusi bersama dokter bahwa kemungkinan pasien untuk hidup sangat kecil sekali bahkan dapat dikatakan akan meninggal.
b. Beneficence
• Mengusahakan agar kebaikan /manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan keburukannya.
Analisa: Dokter tersebut lebih mengusahakan kebaikan dari pada keburukanya terhadap pasien baik dari segi kemanusiaan, dana, dan orang lain (keluarga). Karena tindakan medis apa yang dilakukan oleh dokter hanyalah akan menjadi sia-sia sementara apabila dibiarkan maka ekonomi pasien akan terancam.
c. Nonmaleficence
• Tidak membunuh pasien (tidak melakukan euthanasia).
Analisa: Dokter berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan pasien dan mendiskusikan langkah terbaik kepada teman sejawat dokter hingga keputusan yang diambil dokter adalah euthanasia karena adanya medical pointless
d. Justice
• Manghargai hak orang lain.
• Menjaga kelompok yang rentan (yang paling dirugikan).
Analisa: Dokter lebih dahulu menjelaskan tentang rekam medis dan informed consent tentang keadaan pasien terhadap keluraga pasien dan memberikan kesempatan pada pihak keluarga untuk menentukan apa yang terbaik untuk pasien tersebut. Dokter berusaha yang terbaik untuk pasien tersebut yakni orang sakit yang bisa disebut pula kelompok rentan.
3. Aspek hukum yang mendasari tindakan euthanasia
Di Indonesia belum banyak dokter yang berani melakukan end-of-life decision. Padahal, sudah ada fatwa IDI yang membolehkan hal itu. Ada beberapa pilihan yang bisa dilakukan dokter terhadap pasien tanpa harapan hidup, yakni with-holding atau with drawing life supports, yakni penundaan atau penghentian alat bantuan hidup.Sehingga apabila dilakukan dokter tidak menyalahi prosedur meski di hukum pidana tidak diperbolehkan.
Kode etik kedokteran Indonesia Dalam KODEKI pasal 2 dijelaskan bahwa: “seorang dokter harus senantiasa berupaya melaksanakan profesinya sesuai dengan standar profesi tertinggi”. Jelasnya bahwa seorang dokter dalam melakukan kegiatan kedokterannya sebagai seorang profesi dokter harus sesuai dengan ilmu kedokteran mutakhir, hukum dan agama.
KODEKI pasal 7d juga menjelaskan bahwa: “setiap dokter harus senantiasa mengingatakan kewajiban melindungi hidup insani”. Artinya dalam setiap tindakan dokter harus bertujuan untuk memelihara kesehatan dan kebahagiaan manusia. Jadi dalam menjalankan proesinya seorang dokter tidak boleh melakukan: Menggugurkan kandungan (Abortus Provocatus), mengakhiri kehidupan seorang pasien yang menurut ilmu dan pengetahuan tidak mungkin akan sembuh lagi (euthanasia).
Undang-undang yang tertulis dalam KUHP Pidana hanya melihat dari dokter sebagai pelaku utama euthanasia, khususnya euthanasia aktif dan dianggap sebagai suatu pembunuhan berencana, atau dengan sengaja menghilangkan nyawa seseorang. Sehingga dalam aspek hukum, dokter selalu pada pihak yang dipersalahkan dalam tindakan euthanasia, tanpa melihat latar belakang dilakukannya euthanasia tersebut. Tidak perduli apakah tindakan tersebut atas permintaan pasien itu sendiri atau keluarganya, untuk mengurangi penderitaan pasien dalam keadaan sekarat atau rasa sakit yang sangat hebat yang belum diketahui pengobatannya. Di lain pihak hakim dapat menjatuhkan pidana mati bagi seseorang yang masih segar bugar yang tentunya masih ingin hidup, dan bukan menghendaki kematiannya seperti pasien yang sangat menderita tersebut, tanpa dijerat oleh pasal-pasal dalam undang-undang yang terdapat dalam KUHP Pidana. Tetapi terdapat juga pengecualian pada KUHP pasal 344 yakni, (1)bagi pasien yang sudah tidak dapat diharapkan lagi akan kehidupannya menurut ukuran medis, yang dinyatakan oleh dokter yang merawatnya, (2)usaha penyembuhan yang dilakukan selama ini sudah tidak berpotensi lagi, (3) pasien dalam keadaan in a persistent vegetative slate, (4) harus ada persetujuan dari pasien atau keluarga, (5) mendapat persetujuan dari pengadilan.
Dari batasan menurut Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1981 tersebut, lebih konkret syarat adanya kematian ditentukan oleh tiga hal, yakni terhentinya fungsi otak, fungsi pernapasan, dan fungsi jantung. Dengan demikian, kematian fungsi otak (mati otak) di mana kehidupan intelektual dan psikis atau kejiwaan seseorang telah mati tidak berfungsi lagi. Keadaan ini belum mati jika jantung masih berdenyut dan masih bernapas.
Profesor Leenen mengemukakan pada kasus-kasus yang disebut “pseudo euthanasia” yang oleh Chrisdiono disebut euthanasia semu tidak dapat dimasukkan pada larangan hukum pidana. Ada empat bentuk pseudo euthanasia menurut Leenen, yaitu:
a. Pengakhiran perawatan medis karena gejala mati batang otak. Jantung masih berdenyut, peredaran darah dan pernapasan masih berjalan, tetapi tidak ada kesadaran karena otak seratus persen tidak berfungsi, misalnya akibat kecelakaan berat;
b. Pasien menolak perawatan atau bantuan medis terhadap dirinya. Dasarnya, dokter tidak dapat melakukan sesuatu jika tidak dikehendaki pasien;
c. Berakhirnya kehidupan akibat keadaan darurat karena kuasa tidak terlawan (force majeure). Dalam hal ini terjadi dua kepentingan hukum yang tidak bisa memenuhi kedua-duanya;
d. Penghentian perawatan pengobatan/bantuan medis yang diketahui tidak ada gunanya.
4. Apabila ventilator tetap digunakan
– Pernafasan tetap ter”support”
Dengan digunakannya ventilator, pernafasan pasien akan terbantu. Sehingga paru-paru tetap bisa bekerja, meski pada dasarnya telah terjadi kematian otak.
– Pneumothorax
Ini adalah suatu kondisi dimana terjadi kebocoran paru paru sehingga udara keluar dari paru-paru dan ke dalam ruang antara paru-paru dan dinding dada. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit dan sesak napas, dan itu dapat menyebabkan salah satu atau kedua paru-paru kolaps.
– Kerusakan paru-paru
Mendorong udara keparu-paru dengan tekanan terlalu banyak dapat membahayakan paru-paru.
– Oksigen toksisitas
Jumlah oxygen dalam level yang cukup tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru
– Sinus infection
Jenis infeksi lebih sering terjadi pada orang yang memiliki tabung endotrakeal. (Sebuah tabung endotrakeal yang dimasukkan ke tenggorokan anda melalui mulut atau hidung). Infeksi sinus diobati dengan antibiotik.
– Kemungkinan kematian
Karena telah terjadi kematian otak, manusia yang fungsi otaknya mati, berarti secara klinis dia juga sudah mati. Sebab semua fungsi organ tubuh diatur oleh sistem saraf sentral yang bermuara di otak besar dan otak kecil.
Apabila ventilator dilepas
– Tidak ada bantuan vital bagi pasien
Jika ventilator telah dilepas, maka tidak ada lagi alat penunjang pada organ tubuh seperti paru-paru. Sehingga fungsinya akan menurun dan tidak dapat difungsikan.
– Akan terjadi kematian secara alami
Pada dasarnya pasien telah mengalami kematian otak, yang secara klinis pasien telah meninggal. Semua fungsi organ berpusat dan diatur oleh system saraf sentral yang bermuara di otak besar dan otak kecil. Dapat dikatakan bahwa pasien telah meninggal bahkan sebelum ventilator dicabut. Pencabutan ventilator, akan membuat organ-organ yang disokong ventilator benar-benar tidak berfungsi.
5. Proses Pengambilan Keputusan
Untuk dapat membuat sebuah keputusan yang baik, diperlukan sebuah proses yang baik pula. Proses tersebut dimulai dari proses penetapan tujuan dan menghitung performa, identifikasi dan definisi masalah, penetapan prioritas, pemilihan solusi, implementasi dan follow up. (dr.Nur Aisyah Jamil)
Penetapan tujuan disini dapat berarti membuat keputusan tentang tindakan yang akan dokter lakukan dalam penanganan pasiennya dan menghitung persentasi dari performa yang akan dilakukan. Dalam kasus ini para dokter dalam dilema untuk mengambil sebuah keputusan, apakah mereka akan mamatikan alat bantu pernafasan sang pasien atau membiarkan alat pernafasan itu begitu saja yang mungkin lama-kelamaan akan merusak kinerja jantung pasien dan berujung pada kematian. Mereka juga menimbang, seberapa besar kemungkinan sang pasien untuk pulih dari penyakitnya, yang dimana dalam kasus ini adalah matinya sel-sel yang ada dalam otak pasien.
Masalah dari dilema mereka adalah adanya pro dan kontra atas tindakan yang akan mereka lakukan untuk sang pasien. Jika mereka mematikan alat bantu pernafasan pasien, itu berarti mereka melakukan euthanasia, yang akan menjerat mereka dalam pasal 338, 340 dan 359 KUHP. Adapun isi dari pasal-pasal tersebut adalah:
• KUHP Pasal 338: Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain, dihukum karena makar mati, dengan penjara selama-lamanya lima belas tahun.
• KUHP Pasal 340: Barang siapa dengan sengaja dan direncanakan lebih dahulu menghilangkan jiwa orang lain, dihukum, karena pembunuhan direncanakan, dengan hukuman mati atau penjara selama-lamanya dua puluh tahun.
• KUHP Pasal 359: Barang siapa karena salahnya menyebabkan matinya orang dihukum penjara seama-lamanya lima tahun atau kurungan selama-lamanya satu tahun.
Akan tetapi, jika mereka tidak memutus alat bantu pernafasan tersebut, karena pasien dalam keadaan telah mati otak, akan sedikit kemungkinannya untuk sembuh karena penyakit ini irreversible. Alat bantu pernafasan disini hanyalah media sementara untuk memanjangakan umur pasien. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada tahun 1990 mengeluarkan pernyataan bahwa manusia dinyatakan mati jika batang otaknya tidak berfungsi lagi.Konsep ini dijadikan pernyataan resmi dari Ikatan Dokter Indonesia. Keriteria yang dianut oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tersebut berlandaskan pada alasan bahwa batang otaklah terletak pusat penggerak napas dan jantung. Sehingga apabila batang otak telah mati maka jantung dan paru-paru hanya bisa bergerak dengan bantuan alat-alat penopang . (Haryadi, 2007)
Dengan demikian inform consent sangat berperan aktif dalam kasus ini. Apa proses selanjutnya yang diinginkan oleh pihak keluarga? Agar informed consent dapat berjalan dengan baik, maka diperlukan dialog antara pasien dan penyedia layanan kesehatan yang terdiri dari lima komponen berbeda (Quallich, 2005). Dalam hal ini, dokter menjelaskan diagnosa keadaan pasien secara spesifik serta resiko dan komplikasi potensial yang dihubungkan dengan alat ventilator tersebut.(Erlian, 2012) Pihak keluarga akan mengambil keputusan tindakan yang akan dilakukan dokter selanjutnya.
Setelah itulah dokter akan melakukan sesuai prosedur yang telah diijinkan pihak keluarga.Pihak dokter juga akan berkonsultasi kepada sumber-sumber kewenangan seperti kode etik dan kebijakan ikatandokter serta kolega lain untuk mengetahui bagaimana dokter biasanya berhadapandengan masalah tersebut. (R.Williams, 2005).
Menurut Kartono Muhammadm, Euthanasia dapat dikelompokkan dalam 5 kelompok yaitu: 1. Euthanasia pasif, mempercepat kematian dengan cara menolak memberikan/mengambil tindakan pertolongan biasa, atau menghentikan pertolongan biasa yang sedang berlangsung. 2. Euthanasia aktif, mengambil tindakan secara aktif, baik langsung maupun tidak langsung yang mengakibatkan kematian. 3. Euthanasia sukarela, mempercepat kematian atas persetujuan atau permintaan pasien. 4. Euthanasia tidak sukarela, mempercepat kematian tanpa permintaan atau persetujuan pasien, sering disebut juga sebagai merey killing. 5. Euthanasia nonvolountary, mempercepat kematian sesuai dengan keinginan pasien yang disampaikan oleh atau melalui pihak ketiga, atau atas keputusan pemerintah. (Haryadi, 2007).
Dalam kasus ini, menurut kami, pihak keluargalah yang mempunyai hak memilih langkah yang akan diambil selanjutnya. Dokter hanya sebagai pengiring. Sebenarnya ini hanyalah kesiapan mereka untuk menerima keadaan pasien yang sebenarnya.
6. Euthanasua berasal dari bahasa Yunani Euthanathos. Eu=baik, tanpa penderitaan ; sedang tanathos = mati. Dengan demikian euthanasia dapat diartikan; mati dengan baik tanpa penderitaan.
Euthanasia dapat ditinjau dari beberapa sudut. Dilihat dari cara dilaksanakan, euthanasia dapat dibedakan atas :
a. Euthanasia Aktif
b. Euthanasia Pasif
Euthanasia Aktif adalah perbuatan yang dilakukan secara medic melalui intervensi aktif oleh seorang dokter dengan tujuan untuk mengakhiri hidup manusia.
Euthanasia Pasif adalah perbuatan menghentikan atau mencabut segala tindakan atau pengobatan yang perlu untuk mempertahankan hidup manusia. Selain itu Euthanasia pasif juga dapat didefinisikan sebagai tindakan dokter berupa penghentian pengobatan pasien yang menderita sakit keras, yang secara medis sudah tidak mungkin lagi dapat disembuhkan.
Euthanasia dalam kasus ini termasuk ke dalam Euthanasia pasif. Karena dalam hal ini pasien sedang mengalami pengobatan dengan menggunakan ventilator agar tetap hidup dan menurut informasi medis, pasien ini tidak dapat lagi disembuhkan (brain-head).
7. Hubungan antara hukum medis, hukum negara, dan hukum agama
Pengertian
Euthanasia secara bahasa berasal dari bahasa Yunani eu yang berarti “baik”, danthanatos, yang berarti “kematian” (Utomo, 2003:177).
Dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah qatluar-rahmaatautaysir al-maut. Menurut istilah kedokteran, euthanasia berarti tindakan agar kesakitan atau penderitaan yang dialami seseorang yang akan meninggal diperingan. Juga berarti mempercepat kematian seseorang yang ada dalam kesakitan dan penderitaan hebat menjelang kematiannya (Hasan, 1995:145).
Kematian secara mudah tanpa rasa sakit; pengakhiran dengan sengaja hidup seseorang yang menderita penyakit dengan rasa sakit yang hebat dan tidak bisa disembuhkan (Kamus Kedokteran Dorland: edisi 31).
Eutanasia dibagi menjadi 2, yaitu pasif dan aktif:
A. Euthanasia aktif
Agama islam mengharamkan untuk melakukan euthanasia aktif, karena sama halnya telah melakukan pembunuhan secara sengaja (al-qothlu al-‘amad), walaupun niatnya baik untuk meringankan penderitaan pasien. Tetapi hukumnya tetap haram, baik itu permintaan pasien sendiri atau keluarga pasien. Dalil-dalil dalam hal ini sudah jelas, yaitu dalil-dalil tentang pembunuhan baik pembunuhan jiwa orang lain maupun diri sendiri. Seperti firman Allah SWT yang berbunyi:

بالحقالااللهحرمالتيلنفسولاتقتلواا
Artinya:
“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar” (QS:Al-An’am;151).

وماكانلمؤمن ا ت يقتل مؤمنا الاٌ خطـءا
Artinya:
“Dan layak bagi seorang mu’min membunuh mu’min yang lain kecuali karena tersalah (tidak sengaja)” (QS; An-Nisa;92)

ومن يٌفعل ذللك عدوانا وٌ ظلما فسوف نصليه نارا
Artinya:
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah Maha penyayang kepadamu” (QS: An-Nisa;29).

Dari dalil-dalil diatas sudah jelas bahwasanya dokter haram melakukan euthanasia karena merupakan pembunuhan dan dosa besar.

Sedangkan ketentuan pelanggaran pidana yang berkaitan langsung dengan euthanasia aktif terdapat pada pasal 344 KUHP:
“Barang siapa yang menghilangkan jiwa orang lain atas permintaan orang itu sendiri, yang disebutnya dengan nyata dan dengan sungguh-sungguh, dihukum penjara selama dua belas tahun”.
Untuk jenis euthanasia pasif dan aktif tanpa permintaan, maka ada beberapa pasalnya, yaitu:
Pasal 338 KUHP:
“Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain, dihukum karena makar mati, dengan penjara selama-lamanya lima belas tahun penjara”.
Pasal 340 KUHP:
“Barang siapa dengan sengaja dan direncanakan lebih dahulu menghilangkan jiwa orang lain, dihukum, karena pembunuhan direncanakan (moord), dengan hukuman mati atau penjara selama-lamanya seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun”.
Pasal 359 KUHP:
“Barang siapa karena salahnya menyebabkan matinya orang lain dihukum penjara selama-lamanya lima tahun atau kurungan selama-lamanya satu tahun”.
Selanjutnya, pasal di bawah ini dikemukakan sebuah ketentuan hukum yang mengingatkan kalangan kesehatan untuk berhati-hati menghadapi kasus euthanasia.
Pasal 345 KUHP:
“Barang siapa dengan sengaja menghasut orang lain untuk membunuh diri, menolongnya dalam perbuatan itu, atau memberinny adanya upaya itu jadi bunuh diri, dihukum penjara selama-lamanya empat tahun”.
B. Euthanasia pasif
Ada pun hukum euthanasia pasif, sebenarnya faktanya termasuk dalam praktik menghentikan pengobatan. Tindakan tersebut dilakukan berdasarkan keyakinan dokter bahwa pengobatanya dilakukan tidak adagunanya lagi dan tidak memberikan harapan sembuh kepada pasien. Karena itu, dokter menghentikan pengobatan kepada pasien, misalnya dengan cara menghentikan alat pernapasan buatan dari tubuh pasien.
Dalam agama islam hal ini bergantung. Menurut para jumhur Ulama mengobati atau berobat itu hukumnya mandub (sunnah), tidakwajib. Namun sebagian ulama ada yang mewajibkan berobat, seperti kalangan ulama Syafiiyah dan Hanabilah, seperti dikemukakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (Utomo, 2003:180).
Menurut Abdul QadimZallum (1998:68) hukum berobat adalah mandub (tidak wajib). Hal ini berdasarkan berbagai hadits, dimana pada satu sisi Nabi SAW menuntut umatnya untuk berobat, sedangkan di sisi lain, ada qarinah (indikasi) bahwa tuntutan itu bukanlah tuntutan yang tegas (wajib), tapi tuntutanya tidak tegas (sunnah).
Diantara hadits-hadits tersebut, adalah hadits bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“SESUNGGUHNYA ALLAH AZZAWAJALLA SETIAP KALI MENCIPTAKAN PENYAKIT, DIA CIPTAKAN PULA OBATNYA. MAKA BEROBATLAH KALIAN!” (hr ahmad, dari anas ra).
SEDANGKAN DALAM PELANGGARAN PIDANA HAL INI MASUK DALAM PASAL 338 KUHP, 340 KUHP, 359 KUHP, 359 KUHP, DAN 345 KUHP. PASAL-PASAL INI MENGINGATKAN DOKTER UNTUK TIDAK MELAKUKAN EUTHANASIA, MENOLONG ATAU MEMBERI HARAPAN KEARAH PERBUATAN ITU SAJA SUDAH DAPAT ANCAMAN PIDANA.
8. Yang menjadi alasan utama pencabutan ventilator yaitu adanya empati dari dokter tersebut. Rasa belas kasihan dokter terhadap pasien yang mengalami sakit parah tetapi pengobatan yang diberikan hanya akan memperpanjang penderitaan pasien serta tidak akan mengurangi sakit yang memang sudah parah. Maka tujuan dokter tersebut menawarkan eutanasia untuk meringankan penderitaan si pasien. Di sisi lain ada kemungkinan dokter mempertimbangkan faktor ekonomi, karena dana untuk pengobatan kasus dalam scenario ini tidaklah murah, bisa jadi tambah membebani keluarga pasien, padahal pengobatan yang akan diberikan pun sudah tidak efektif lagi.

PENUTUP

i. Kesimpulan
Ventilator sebagai alat penunjang kehidupan pasien yang mengalami kematian batang otak atau disebut euthanasia pasif yakni penghentian pengobatan yang sedang berlangsung boleh untuk dilakukan. Berdasarkan pernyataan IDI dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1981 bahwa seseorang dikatakan mati apabila mengalami kematian batang otak. Sehingga euthanasia adalah alternatif yang terbaik dari yang terburuk dikarenakan medical pointless ataupun pengobatan yang dilakukan oleh dokter hanyalah sia-sia karena pasien sudah tidak memiliki harapan untuk sembuh lagi. Dan berdasar KUHP pasal 344, bahwa terdapat pengecualian boleh diadakannya euthanasia. Yakni dua point yang tersirat dalam kasus ini, apabila sudah tidak ada harapan hidup dan terdapat persetujuan dari pihak pasien. Sehingga apabila pihak pasien sebagai pihak yang paling berhak sebagai pembuat keputusan terakhir setelah mendapat informed consent dari dokter menyetujinya maka tindakan tersebut boleh dilakukan meskipun sebenarnya hal itu bertentangan dengan norma yang ada.
ii. Saran
Pemerintah di Indonesia perlu untuk mengeluarkan kebijakan baru yang mengatur tentang euthanasia. Mengkaji ulang nilai-nilai yang ada sebagai bahan pembuatan keputusan untuk dokter-pasien sehingga masalah euthanasia tidak menjadi kasus yang selalu diperbincangkan di dunia kesehatan dan keputusan yang akan diambil adalah keputusan yang tepat dan tidak bertentangan dengan aturan yang ada.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Ubbe. 2000. “Laporan Akhir Tim Pengkajian Masalah Hukum Pelaksanaan Euthanasia”. Badan Pembinaan Hukum Nasional Departemen Hukum Dan Perundang-Undangan RI. Jakarta.
M. Yusup & Amri Amir. 1999. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan (Edisi 3). Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.
Erlian. (2012, 3 29). erlian-ff07.web.unair.ac.id/artikel. Retrieved 11 5, 2012, from web.unair.ac.id.
dr.Nur Aisyah Jamil, M. (n.d.). Pengambilan Keputusan. Retrieved from medicine.uii.ac.id: http://medicine.uii.ac.id/upload/klinik/elearning/ikm/pengambilan-keputusan-fkuii-naj.pdf
Haryadi, S. M. (2007). Masalah Euthanasia dalam Hubungan dengan Hak Asasi Manusia. Masalah Euthanasia, Hak Asasi Manusia .
R.Williams, P. J. (2005). Medical Ethics Manual. Ethics Unit of the World Medical Association.
http://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/topics/vent/risks.html
http://www.kelas-mikrokontrol.com/jurnal/iptek/bagian-1/mati-otak.html
Sudarto, 1981, Hukum dan Hukum Pidana, Alumni, Bandung.
Abddul Wahid. 2005. Kejahatan Mayantara (Cyber Crime). Refika Aditama, Bandung,
Chrisdiono M.Achadiat, Euthanasia yang (semakin) Kontroversial. D: Euthanasia\top-1 euthanasia.htm, 25 Maret 2007.
Djoko Prakoso dan Djaman Andhi Nirwano.1984. Euthanasia Hak Asasi Manusia dan Hukum Pidana. Ghalia Indonesia, Jakarta.
F.Tengker. 1990. Mengapa Eutanasia (kemampuan Medis Dan Konsekuensi yuridis). Penerbit Nova, Bandung.
H.Shiddiq al-Jawi,2004. Islam Menghargai Kehidupan. Republika Online.htt, 26 Nopember 2004.
R. Soesilo. 1981. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lenkap Pasal Demi Pasal. Politea, Bogor.
Yusuf Qardhawi, Euthanasia, fatwa-fatwa Kontemporer